Setelah memulai musim dengan penuh optimisme usai finis di peringkat keenam pada musim 2024/25 serta peluang tampil di kompetisi Eropa, Mainz justru mengalami awal musim yang sangat buruk. Bo Henriksen harus meninggalkan jabatannya pada awal Desember setelah klub terpuruk di dasar klasemen Bundesliga.
Kehadiran Urs Fischer menjadi titik balik penting. Mantan pelatih Union Berlin tersebut berhasil menstabilkan performa tim dan membawa Die Nullfünfer finis dengan terhormat di posisi ke-10 Bundesliga, sekaligus meloloskan mereka hingga perempat final UEFA Conference League. Hasil ini memunculkan kembali rasa optimisme di klub menjelang musim 2026/27.
Pusat kebangkitan Mainz tak lepas dari peran Nadiem Amiri, yang menjadi motor serangan tim dengan kontribusi tak tergantikan. Setelah mencatat tujuh gol dan delapan assist di musim sebelumnya, serta kepergian Jonathan Burkardt pada musim panas lalu, tanggung jawab Amiri meningkat drastis. Pemain berusia 29 tahun tersebut menjawab tantangan itu dengan performa luar biasa.
Meskipun sempat absen dalam lima laga Bundesliga antara akhir Februari dan awal April karena cedera, Amiri tetap menutup musim sebagai pencetak gol terbanyak Mainz di liga dengan 12 gol. Ia berulang kali tampil menentukan di momen-momen krusial, membantu tim asuhan Fischer mengamankan poin penting dalam upaya menjauh dari zona degradasi. Selain itu, ia juga mencatat dua assist sepanjang musim.
Amiri menunjukkan sejumlah penampilan gemilang sepanjang musim, termasuk saat menghadapi Heidenheim dan Hamburger SV, namun performa terbaiknya mungkin terjadi ketika Mainz menang 2-0 atas Augsburg di MEWA Arena.
Dalam suasana pesta karnaval di stadion, Amiri mencetak dua gol yang memastikan tiga poin penuh bagi timnya. Gelandang kreatif ini menjadi pusat dari permainan ofensif Mainz, mencatat tiga umpan kunci, sembilan umpan akurat di sepertiga akhir lapangan, lima kali membawa bola secara progresif, serta menciptakan satu peluang besar.
Kontribusinya tanpa bola juga patut diapresiasi. Amiri memenangkan 45 persen duel, sukses dalam separuh percobaan tekel, dan melakukan lima kali pemulihan bola, membantu tim menjaga gawang tetap bersih dengan nyaman.
Dua pemain Mainz lainnya yang juga mendapat suara dari panel Bulinews adalah Daniel Batz dan Kaishu Sano.
Batz tampil impresif setelah menggantikan Robin Zentner yang cedera, dengan catatan empat kali nirbobol dan persentase penyelamatan sebesar 72 persen dari 21 penampilan. Kiper berpengalaman tersebut kini telah resmi bergabung dengan Borussia Mönchengladbach untuk musim depan.
Sementara itu, Kaishu Sano menjelma menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Mainz. Gelandang pekerja keras ini menuai banyak pujian berkat etos kerja dan ketahanan fisiknya yang luar biasa, hingga dijuluki sebagai “Manusia Besi” klub. Gelandang asal Jepang itu akan memperkuat negaranya di ajang Piala Dunia dan disebut menarik minat sejumlah klub papan atas Eropa.