Kemhan Pastikan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Segera Dikirim ke Indonesia
Faisal Zamzami June 02, 2026 07:22 PM

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia memastikan proses hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia terus berjalan dan kini telah memasuki tahap persiapan pengiriman ke Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Rico Sirait mengatakan bahwa seluruh proses administrasi dan teknis terkait hibah kapal tersebut saat ini sedang berlangsung.

"Kapal induk Garibaldi itu proses hibah, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia," kata Rico saat ditemui di kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Meski belum dapat memastikan jadwal kedatangan kapal tersebut, Rico berharap seluruh proses dapat diselesaikan dalam tahun ini sehingga kapal dapat segera bergabung dengan armada pertahanan Indonesia.

"Mudah-mudahan tahun ini," ujarnya.

Menurut Rico, dinamika geopolitik global turut memengaruhi proses distribusi dan pengiriman kapal. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang terjadi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran strategis dunia.

"Ya dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana ya, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya," jelasnya yang dikutip dari Kompas.com.

Penyiapan Awak Kapal Jadi Tanggung Jawab TNI AL

Terkait kesiapan personel yang akan mengoperasikan kapal induk tersebut, Rico menegaskan bahwa seluruh proses penyiapan dan pelatihan awak kapal menjadi kewenangan TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Menurutnya, TNI AL telah menyusun langkah-langkah yang diperlukan untuk menyiapkan prajurit yang nantinya akan bertugas mengawaki kapal induk tersebut, termasuk program pelatihan teknis dan operasional.

"Penyiapan personel itu semua ada di TNI AL, karena sudah disiapkan untuk pelatihan dan sebagainya, nanti itu yang akan mengawaki," katanya.

Saat ditanya mengenai informasi keberangkatan personel TNI AL ke Italia untuk mengikuti pelatihan langsung, Rico tidak memberikan penjelasan lebih rinci dan mempersilakan awak media mengonfirmasi kepada Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal).

Baca juga: VIDEO - China Beri Sinyal Kerahkan Kapal Induk Nuklir di Tengah Konflik Memanas

"Silakan tanya ke Kadispenal," ujarnya singkat.

Sebelumnya, TNI AL dikabarkan akan mengirim sekitar 100 prajurit ke Italia untuk menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai calon awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.

Pelatihan tersebut mencakup pengoperasian sistem navigasi, persenjataan, pemeliharaan mesin, hingga prosedur operasi penerbangan di atas kapal.

Kapal Induk Berpengalaman

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

Kapal ini memiliki panjang sekitar 180,2 meter dengan kecepatan maksimum mencapai 30 knot atau setara sekitar 56 kilometer per jam.

Kapal tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari operasi tempur, pengawasan maritim, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan operasi amfibi.

Selain berfungsi sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi juga memiliki kemampuan sebagai kapal komando dalam operasi gabungan.

Dari sisi persenjataan, kapal ini dilengkapi sejumlah sistem pertahanan dan senjata modern, di antaranya peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.

Perkuat Postur Pertahanan Maritim

Rencana pengoperasian Giuseppe Garibaldi dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Kehadiran kapal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan, operasi gabungan antarmatara, serta memperluas jangkauan operasi TNI di wilayah perairan nasional.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai masih diperlukan penyesuaian infrastruktur, sistem pendukung, serta penganggaran tambahan untuk memastikan kapal dapat beroperasi secara optimal setelah tiba di Indonesia.

Pemerintah dan TNI AL saat ini terus mematangkan berbagai aspek teknis maupun operasional agar proses transisi dan pengoperasian kapal induk tersebut dapat berjalan lancar setelah resmi diterima Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.