Film Dokumenter Timnas Indonesia The Longest Wait Bagi Inspirasi ke Generasi Muda Lewat Coaching Clinic
Alif Mardiansyah June 02, 2026 08:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Egy Maulana Vikri dan Okto Maniani hadir dalam acara coaching clinic THE LONGEST WAIT di Lapangan ASIOP Cempaka Putih, Jakarta, 2 Juni 2026.

BOLASPORT.COM - Ajak Egy Maulana Vikri dan Okto Maniani, film dokumenter Timnas Indonesia berjudul The Longest Wait berbagi inspirasi melalui coaching clinic ke generasi muda.

Film dokumenter The Longest Wait semakin mendekatkan pesan inspiratifnya kepada generasi muda Indonesia melalui penyelenggaraan coaching clinic yang berlangsung di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian aktivasi film produksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures tersebut diikuti oleh 45 pesepak bola muda kategori U-15.

Coaching Clinic ini tidak hanya menjadi ajang latihan sepak bola.

Tetapi juga ruang pembelajaran bagi para pemain muda untuk memahami bahwa perjalanan menuju kesuksesan membutuhkan proses panjang, kerja keras, serta pengorbanan yang sering kali tidak terlihat oleh publik.

Melalui kegiatan ini, semangat yang diusung The Longest Wait diperluas ke luar layar lebar.

Film tersebut mengajak masyarakat untuk melihat sisi lain dari perjalanan para pemain Timnas Indonesia.

Mulai dari perjuangan meraih mimpi, menghadapi tekanan, hingga berbagai pengorbanan yang harus dijalani sebelum akhirnya mengenakan lambang Garuda di dada.

Sebagai bagian dari acara, para peserta juga mengikuti sesi talkshow bertajuk "No Dream Is Too Far. No Wait Is Too Long".

Talkshow dihadiri Sakti Parantean selaku Managing Director Fremantle Indonesia (yang memproduksi The Longest Wait bersama Beach House Pictures).

Selain itu, talkshow juga dimeriahkan oleh Egy Maulana Vikri sebagai pemain Timnas Indonesia serta Okto Maniani yang merupakan salah satu Legenda Timnas Indonesia.

Dalam sesi tersebut, para narasumber berbagi kisah mengenai perjalanan sepak bola Indonesia sekaligus memberikan motivasi kepada para pemain muda yang hadir.

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai tema, mulai dari mimpi, pengorbanan, persatuan, hingga makna membela Timnas Indonesia.

Managing Director Fremantle Indonesia, Sakti Parantean, menjelaskan bahwa coaching clinic dipilih sebagai bagian dari promosi film karena memiliki keterkaitan erat dengan pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda.

"Oke, kenapa kami pilih kegiatan coaching clinic untuk sebagai arena promosi? karena bagaimanapun film ini juga ditujukan untuk generasi muda untuk penerus-penerus bangsa nantinya, khususnya di bidang sepak bola," kata Sakti Parantean kepada awak media termasuk BolaSport.com, 2 Juni 2026.

"Karena kami melihat bahwa perjuangan dari pemain-pemain Timnas Indonesia yang saat ini saat perjuangan Kualifikasi Piala Dunia 2026 kemarin itu ya perjuangan mereka itu dimulai dari sewaktu mereka sangat muda sekali," sambung Sakti.

Sakti Parantean mencontohkan perjalanan karier Egy Maulana Vikri yang telah merantau ke Jakarta sejak usia 14 tahun demi mengejar cita-citanya sebagai pesepak bola profesional.

Menurut Sakti bahwa kisah-kisah seperti itulah yang ingin ditampilkan melalui film dokumenter The Longest Wait.

Lebih lanjut, Sakti Parantean meyakini bahwa dokumenter tersebut akan menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan sepak bola Indonesia.

"Ya seperti kita tadi juga dengar dari Egy (Maulana Vikri) ya. Egy bilang bahwa sewaktu dia umur 14 tahun, dia sudah datang merantau (berjuang) ke Jakarta untuk bisa masuk ke dalam beberapa klub di Jakarta," tutur Sakti Parantean.

"Nah ini, tentu dalam benak akan muncul bahwa kami selalu berpikir ini adalah sebuah dokumentasi sejarah yang mungkin saat ini kita melihatnya adalah sebuah film dokumenter biasa ya."

"Namun percaya kepada saya setelah 20 atau 30 tahun lagi ini akan menjadi bukti sejarah bahwa bangsa Indonesia sudah mulai berjuang untuk berprestasi di dunia sepak bola. Itu tujuan kami dan luar biasa (melihat perjuangan)," tutur Sakti menambahkan.

Sementara itu, Oktovianus Maniani selaku Legenda Timnas Indonesia menilai kegiatan coaching clinic yang diadakan The Longest Wait memiliki peran penting dalam membangun motivasi generasi muda.

Oktovianus menilai bahwa masa depan sepak bola Indonesia berada di tangan para pemain usia dini yang saat ini sedang meniti perjalanan mereka.

Sosok kelahiran Raja Ampat tersebut berharap film dokumenter Timnas Indonesia The Longest Wait dapat memberikan inspirasi untuk generasi muda.

"Kalau untuk melihat untuk usia dini, ya inilah kan kita punya target tujuan untuk harapan besar untuk Indonesia karena lewat generasi," ucap Okto Maniani.

"Ya mudah-mudahan dengan adanya film ini, banyak motivasi-motivasi anak-anak untuk bisa punya mimpi yang besar. Untuk itu aja mungkin yang bisa saya sampaikan," sambung mantan pesepak bola yang pernah memperkuat Sriwijaya FC tersebut.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Egy Maulana Vikri yang merupakan salah satu pemain Timnas Indonesia.

Egy mengaku bangga dapat terlibat dalam film dokumenter The Longest Wait yang mengangkat sisi kehidupan para pemain Skuad Garuda.

Pemain berumur 25 tahun tersebut berpandangan bahwa masyarakat selama ini lebih sering melihat sepak bola dari hasil akhir pertandingan saja.

Padahal menurut Egy Maulana Vikri sepak bola terdapat proses panjang yang harus dilalui para pemain sebelum mencapai level tertinggi.

"Yang pasti saya sangat senang sebagai pemain karena film ini diluncurkan juga membuat orang tahu bahwa sepak bola bukan tentang hanya menang dan kalah dan juga bukan hanya dilihat di TV," ujar Egy Maulana Vikri.

"Tapi, ada hal-hal lain di belakang itu yang membuat kita semua orang tahu bagaimana proses itu dijalani, bagaimana hasil yang didapatkan ketika menang atau kalah atau seri, dan juga hal-hal di luar itu," kata pesepak bola yang memperkuat Dewa United FC tersebut.

Egy Maulana Vikri mengatakan bahwa film The Longest Wait akan memperlihatkan banyak cerita yang belum pernah diketahui publik mengenai kehidupan para pemain Timnas Indonesia.

Lebih lanjut, Egy berharap film dokumenter tersebut dapat memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda yang memiliki mimpi besar di dunia sepak bola maupun bidang lainnya.

"Nanti bakalan banyak ditampilkan di sana (film dokumenter The Longest Wait) . Saya rasa itu hal yang luar biasa sebagai kita dari pemain Timnas Indonesia. Sangat bangga bisa berada di salah satu film ini (The Longest Wait)," ucap Egy Maulana Vikri.

"Dan semoga anak-anak juga sekalian nanti akan melihat film ini dan mendapatkan hal-hal yang penting di hidup mereka supaya mereka bisa belajar ke depannya lebih baik lagi," tutur Egy menambahkan.

Selain membahas perjalanan para pemain, sesi talkshow juga menyoroti bagaimana para penggawa Timnas Indonesia yang beragam.

Mulai dari berbagai daerah, latar belakang, dan budaya dapat dipersatukan oleh satu tujuan yang sama yakni membela Skuad Garuda.

Nilai persatuan tersebut menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam film dokumenter The Longest Wait.

Melalui pendekatan yang intim dan personal, film dokumenter The Longest Wait mengajak penonton melihat sisi yang jarang tersorot dari kehidupan para pemain Timnas Indonesia.

Film dokumenter The Longest Wait tidak hanya tentang kemenangan dan pencapaian.

Tetapi, film tersebut juga mengenai tekanan, keraguan, perjuangan, hingga pengorbanan yang membentuk perjalanan mereka.

Lebih dari sekadar dokumentasi sepak bola, The Longest Wait menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian besar selalu diawali oleh mimpi dan proses panjang yang tidak mudah.

Pesan itulah yang ingin ditanamkan kepada generasi muda melalui Coaching Clinic ini bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui disiplin, kerja keras, ketekunan, dan kesabaran dalam menunggu hasil dari setiap usaha.

Hal itu sesuai dengan tajuk talkshok yakni No Dream Is Too Far. No Wait Is Too Long (tidak ada mimpi yang terlalu jauh dan tidak ada penantian yang terlalu panjang).

The Longest Wait dijadwalkan hadir di bioskop diperkirakan akan tayang Agustus 2026 dan akan mengajak penonton menyelami kisah di balik perjalanan Timnas Indonesia yang selama ini belum banyak diketahui publik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.