TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten membuka peluang memberikan dukungan bagi perkembangan esports setelah terbentuknya Indonesia Esports Association (IESPA) Kabupaten Klaten. Salah satu langkah yang diwacanakan adalah penyelenggaraan turnamen Piala Bupati.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan pemerintah daerah akan terlebih dahulu mendengar kebutuhan komunitas esports sebelum menentukan bentuk dukungan yang akan diberikan.
"Mungkin ke depan kita bikin turnamen Piala Bupati (Dengan) terlebih dahulu sambil kita mendengarkan informasi dari mereka, khususnya apa yang mereka butuhkan ke depan," katanya.
Menurut Hamenang, perkembangan esports di Kabupaten Klaten tidak bisa dilepaskan dari perubahan pola aktivitas generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Karena itu, ia menilai pemerintah perlu hadir untuk memastikan perkembangan tersebut berjalan ke arah yang positif.
"Realitasnya perkembangan teknologi tidak bisa dilawan. Yang bisa kita lakukan adalah mengikuti perkembangan teknologi tapi juga bisa membatasi," ujarnya.
Baca juga: Bupati Hamenang Buka Peluang Turnamen Piala Bupati, Esports Klaten Dapat Angin Segar
Keberadaan IESPA dinilai menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem esports yang lebih terstruktur di Kabupaten Klaten.
Hamenang berharap organisasi tersebut mampu menjadi mitra pemerintah dalam membina dan mengarahkan anak-anak muda yang memiliki minat di bidang game kompetitif.
"Selamat atas terbentuknya organisasi e-sport di Kabupaten Klaten. Semoga bisa menaungi anak-anak muda di Kabupaten Klaten yang memang gemar game online," katanya.
Sementara itu, Ketua IESPA Klaten Yohanes Febri Dwi Atmaja mengaku dukungan pemerintah menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengembangan esports daerah.
Ia berharap ke depan tersedia fasilitas penunjang seperti akses internet yang memadai, tempat latihan bersama hingga game house untuk atlet esports.
Dengan sinyal dukungan dari pemerintah daerah dan terbentuknya organisasi resmi, komunitas esports Klaten optimistis memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang sekaligus mencetak atlet berprestasi. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)