Dalih Menantu di Boyolali, Kirim Sate Campur Jampi-Jampi, Bukan Racun Mertua
Noval Andriansyah June 02, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Boyolali - Seorang menantu berinisial P di Boyolali akhirnya buka suara setelah dituduh menjadi otak di balik kematian tragis ibu mertuanya, A.

Baca juga: Misteri Sate yang Tewaskan Lansia di Boyolali, Ayam Juga Mati Makan Bumbunya

Di hadapan polisi, P menolak disebut telah meracuni korban lewat sepiring sate ayam yang dikirim via ojek online. 

Ia justru mengeluarkan pengakuan yang mencengangkan, dengan berdalih bahwa bubuk misterius yang ia campurkan ke dalam bumbu sate tersebut hanyalah jampi-jampi agar sang mertua menjadi penurut dan lebih royal saat dimintai uang.

Pengakuan tak biasa itu terungkap setelah pihak keluarga korban mencium aroma konspirasi dan melaporkan kasus ini ke Polres Boyolali.

Menurut kakak korban, Widodo, P memang sengaja bersiasat sejak awal agar aksi lancungnya tidak terendus. P yang aslinya tinggal jauh di Kartasura, sengaja memesan sate di area Pandean yang dekat dengan rumah anak korban, Luriyanti, seolah-olah sate itu kiriman dari anaknya sendiri.

"Jarak rumah terduga pelaku di Kartasura relatif jauh, namun ia justru memesan sate di area Pandean yang dekat dengan rumah anak korban, sehingga muncul kecurigaan adanya upaya untuk mengambinghitamkan anak korban sendiri," kata Widodo, Senin (1/6/2026), dilansir TribunJateng.com.

Tak sampai di situ, sesaat setelah sate maut itu diantarkan oleh driver ojol, P sempat datang ke rumah korban dengan membawa roti bakar.

Kedatangannya malam itu diduga kuat hanya sebagai trik untuk memantau situasi dan melihat langsung reaksi sang mertua setelah memakan sate buatannya.

Bahkan ketika korban akhirnya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tangan mengepal erat di dalam kamar, P sempat mencoba merayu dan meredam pihak keluarga agar masalah ini tidak usah diperpanjang atau dilaporkan ke polisi.

Pihak keluarga sendiri meyakini P nekat melakukan hal tersebut karena hubungan mereka yang tidak harmonis, diperparah dengan tabiat P yang kecanduan judi online dan terlilit banyak utang.

Namun, semua dalih P mengenai "sate pemikat" atau jampi-jampi tersebut kini tengah diuji oleh pihak kepolisian.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak mau terkecoh oleh spekulasi atau pengakuan sepihak sebelum hasil medis keluar.

“Apakah ada indikasi tanda-tanda kekerasan atau hal lain terkait penyebab meninggalnya itu, indikasinya banyak. Apakah karena sakit, apakah karena serangan jantung, atau penyebab lain. Kita masih menunggu hasil resmi autopsi dari Dokpol,” jelas AKBP Indra.

Kondisi rumah korban yang sudah telanjur dibersihkan oleh keluarga sempat membuat polisi kesulitan mencari sisa sampel makanan di TKP.

Beruntung, keluarga sempat mengamankan satu bangkai ayam dari total lima ekor ayam liar yang mendadak mati misterius setelah mematuk sisa bumbu sate di pekarangan rumah korban.

Meskipun sampel bangkai ayam tersebut kini sudah dibawa ke laboratorium forensik, Kapolres mengingatkan bahwa hal itu belum bisa menjadi bukti mutlak karena statusnya yang merupakan ayam liar yang bisa saja memakan racun di tempat lain.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengawal kasus ini berdasarkan prosedur hukum yang berlaku dan menunggu hasil autopsi resmi demi mengungkap apakah pengakuan sang menantu itu jujur atau sekadar kedok untuk menutupi pembunuhan berencana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.