Terus Serangan Lebanon, Donald Trump Marah ke Netanyahu dan Sebut Tak Tahu Berterima Kasih
Ramadhan Aji Prakoso June 02, 2026 08:42 PM

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memarahi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait rencana serangan Israel ke Beirut, Lebanon. 

Menurut laporan Axios yang dikutip The Telegraph, Trump menelepon Netanyahu pada Senin (1/6/2026) setelah Iran menghentikan pembicaraan damai dan menyatakan hanya akan kembali berunding jika Israel menghentikan serangan ke Lebanon dan Gaza. 

Israel kemudian membatalkan serangan udara ke Lebanon atas permintaan Trump, yang tengah berupaya membawa Iran kembali ke meja perundingan.

Trump sebut Netanyahu "gila" 

Dalam percakapan yang disebut berlangsung dengan nada keras, Trump dikabarkan menyebut Netanyahu "gila" dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih. 

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa melanjutkan rencana pengeboman Lebanon hanya akan membuat Israel semakin terisolasi di panggung internasional.

Dua sumber juga mengatakan, Trump mengeklaim dirinya telah membantu Netanyahu terhindar dari penjara, merujuk pada persidangan kasus korupsi yang masih dihadapi pemimpin Israel tersebut.

Merangkum pernyataan Trump dalam percakapan itu, seorang pejabat di Washington mengatakan, Trump bahkan berkata kepada Netanyahu, "Kamu benar-benar gila. Kamu akan berada di penjara kalau bukan karena saya. Saya menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini."

Sumber lain yang mengetahui isi percakapan tersebut mengatakan, Trump sangat marah dan pada satu titik berteriak kepada Netanyahu, "Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?".(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.