Riau Dapat Tambahan Heli Water Bombing untuk Pemadaman Karhutla, Dikirim dari Australia
M Iqbal June 02, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Pekan ini, Riau kembali akan mendapatkan tambahan satu unit helikopter water bombing (WB) untuk mendukung operasi pemadaman karhutla dari udara.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengatakan saat ini pemerintah telah menyiagakan dua unit helikopter untuk penanganan karhutla di wilayah Riau. Satu unit heli water bombing dan satu lagi heli patroli.


Sebelumnya ada dua unit heli water bombing yang disiagakan di Riau. Namun salah satu helikopter water bombing untuk sementara waktu digeser ke Provinsi Aceh guna membantu penanganan karhutla yang terjadi di daerah tersebut.


"Untuk saat ini satu helikopter water bombing sedang diperbantukan ke Aceh. Nanti setelah tugasnya selesai akan kembali lagi ke Riau," kata Edy Afrizal, Selasa (2/6/2026).


Meski satu armada sementara bertugas di luar daerah, upaya penguatan sarana pemadaman terus dilakukan. BPBD Riau memastikan satu unit helikopter water bombing tambahan akan segera bergabung dalam operasi penanganan karhutla di Riau.


Menurut Edy, helikopter tersebut saat ini masih dalam proses mobilisasi dari Australia menuju Indonesia dan diperkirakan tiba dalam pekan ini.


"Kita akan mendapat tambahan satu helikopter water bombing lagi. Saat ini masih dalam perjalanan dari Australia menuju Indonesia," ujarnya.


Dengan tambahan armada tersebut, kapasitas pemadaman udara di Riau diharapkan semakin optimal, terutama memasuki periode musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.


"Kami berharap tambahan heli ini dapat mempercepat penanganan di lapangan apabila terjadi titik api, sekaligus memperkuat upaya pencegahan dengan patroli udara agar karhutla tidak meluas dan menimbulkan dampak kabut asap di wilayah Riau," katanya.


Edy mengatakan, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Riau saat ini mulai memasuki fase rawan karhutla karena curah hujan yang tidak merata.


“Ada beberapa daerah yang masih turun hujan, namun ada juga wilayah yang mulai kering sehingga lahannya mudah terbakar. Ini yang harus diwaspadai bersama,” jelasnya.


Edy kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.


“Masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan api benar-benar padam setelah beraktivitas di lahan atau kawasan terbuka,” tegasnya.


Selain masyarakat, perusahaan juga diminta meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah konsesi masing-masing. Menurut Edy, penanganan cepat terhadap titik api kecil sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan sulit dikendalikan.


“Kalau ada titik api kecil segera dipadamkan. Jangan menunggu api membesar karena penanganannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan banyak sumber daya,” katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.