Mesin Rusak di Tengah Penerbangan, Hercules Angkatan Laut AS Mendarat Darurat di BIM
Rezi Azwar June 02, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kemunculan pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules di wilayah perairan barat Kota Padang, Sumatera Barat, sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Akun pemantau penerbangan @gazaupdate melaporkan pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dengan callsign CONDOR5 terdeteksi melakukan penerbangan berputar (holding pattern) di atas perairan barat Sumbar pada Senin (1/6/2026).

Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang beredar, pesawat dengan registrasi 164762 itu terbang pada ketinggian sekitar 17.900 kaki dengan kecepatan sekitar 220 knot.

Namun, pihak Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memastikan aktivitas tersebut bukan operasi militer ataupun pengintaian, melainkan bagian dari uji terbang (test flight) setelah pesawat menjalani perbaikan akibat kerusakan mesin.

Baca juga: Breaking News: Marapi Sumbar Erupsi Lagi di Awal Juni 2026, Puncak Gunung Ditutupi Kabut

Mendarat Darurat di BIM karena Mesin Mati

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di BIM pada Senin (25/5/2026) pukul 17.56 WIB.

Menurutnya, BIM menerima informasi dari Menara Pengawas Colombo bahwa salah satu mesin pesawat mengalami gangguan.

"Pesawat itu melakukan emergency landing di BIM. Sebelum Idul Adha kami mendapat laporan dari Tower Colombo bahwa pesawat militer tersebut mengalami mati mesin nomor tiga sehingga diarahkan mendarat di bandara terdekat, yaitu BIM," kata Dony saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan penerbangan internasional, bandara tidak diperkenankan menolak pesawat yang berada dalam kondisi darurat.

Setelah mendarat dengan selamat, pesawat kemudian ditempatkan di hanggar Susi Air agar tidak mengganggu operasional penerbangan komersial.

Baca juga: Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon

Diawasi TNI AU hingga Kedutaan Besar AS

Dony mengatakan, sejak menerima informasi mengenai pendaratan darurat tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari TNI AU, Bea Cukai, Imigrasi hingga Karantina.

Sebanyak 16 personel Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di dalam pesawat menjalani prosedur keimigrasian sesuai ketentuan.

"Semua dokumen lengkap, termasuk diplomatic clearance mereka. Jadi memang tercatat sebagai personel Angkatan Laut Amerika Serikat," ujarnya.

Selama berada di Padang, para personel menginap di salah satu hotel dan mendapatkan pengawasan dari unsur keamanan.

Dony menambahkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta juga mengeluarkan surat jaminan selama proses menunggu kedatangan suku cadang pengganti.

Spare Part Didatangkan dari Luar Negeri

Kerusakan yang terjadi tidak mengharuskan penggantian mesin secara keseluruhan, melainkan salah satu komponen penting pada mesin nomor tiga.

Karena bertepatan dengan hari libur di Amerika Serikat, proses pengadaan suku cadang sempat mengalami kendala.

Suku cadang tersebut akhirnya tiba di Padang melalui penerbangan komersial dari Singapura pada Minggu (31/5/2026).

Tim teknisi kemudian melakukan pemasangan dan perbaikan hingga malam hari.

"Setelah spare part dipasang, dilakukan prosedur run up atau pengujian mesin selama satu hingga dua jam. Setelah hasilnya baik, dilanjutkan dengan test flight," jelas Dony.

Pola Berputar di Laut Sengaja Diatur

Dony mengungkapkan, rute uji terbang sengaja diarahkan ke wilayah perairan barat Sumatera Barat.

Rute tersebut telah dikoordinasikan dengan otoritas penerbangan dan unsur TNI untuk memastikan keamanan serta menghindari area instalasi strategis.

"Kami membuat rute khusus di atas laut. Itu memang sengaja ditempatkan di area yang tidak terdapat instalasi militer. Jadi pola penerbangan yang terlihat di radar kemarin merupakan bagian dari test flight," katanya.

Uji terbang berlangsung sekitar satu jam dan pesawat kembali mendarat di BIM setelah seluruh sistem dinyatakan berfungsi normal.

Terpisah, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa pesawat milik US Navy tersebut tidak melakukan aktivitas pengintaian.

Baca juga: Wanda Hanya Tertunduk Divonis Mati Kasus Mutilasi, Tangis Keluarga Korban Pecah di Ruang Sidang

Menurutnya, penerbangan yang terpantau di media sosial merupakan bagian dari prosedur pengujian pascaperbaikan.

"Pesawat sebelumnya melakukan emergency landing di Padang. Setelah suku cadang datang dan dipasang, dilakukan test flight di area yang sudah ditentukan. Setelah clear, pesawat kembali mendarat di BIM," ujarnya.

Wahyu memastikan seluruh proses perizinan dan pengawasan berada dalam kendali otoritas Indonesia.

"Jadi semuanya aman. Perizinan dalam kontrol kami semua, tidak ada masalah dan tidak ada soal pengintaian," tegasnya.

Saat ini pesawat dan personelnya masih berada di Padang sambil menunggu penerbitan flight clearance dan security clearance untuk melanjutkan penerbangan menuju tujuan berikutnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.