Disdik Bengkalis Usulkan Bangun Lima Sekolah Nasional Terintegrasi di Bengkalis
Nolpitos Hendri June 02, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Dinas Pendidikan atau Disdik Bengkalis mengusulkan pembangunan lima Sekolah Nasional Terintegrasi di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemedikdasmen) beberapa waktu lalu.

Hal ini diakui langsung Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis Hadi Prasetyo kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (2/6) siang. 

Menurut dia, lima kecamatan yang diusulkan untuk dibangunkan sekolah nasional terintegrasi tersebut berada di Kecamatan Bengkalis, kecamatan Pinggir, Kecamatan Mandau, Kecamatan Bantan dan Kecamatan Bathin Solapan.

"Untuk saat ini masih dalam proses pengusulan. Untuk kabupaten Bengkalis kita tidak mengusulkan sekolah baru, melainkan mengusulkan sekolah terkonsolidasi, yakni sekolah yang sudah ada di gabung," ungkap Hadi.

Menurut dia, usulan sekolah terkonsolidasi diambil, mengingat jika usulkan sekolah baru, pemerintah kabupaten harus memiliki lahan sekitar dua puluh hektare untuk satu sekolah nasional terintegrasi.

Sementara di Bengkalis sudah sulit untuk mendapatkan lahan seluas itu.

Proses usulan juga sudah dilakukan verifikasi lapangan oleh tim dari Kemendikdasmen. Beberapa waktu lalu tim dari pusat sudah melakukan verifikasi lapangan.

Hanya saja proses verifikasi awal dilakukan di satu kecamatan saja, yakni kecamatan Bengkalis.

"Kemarin tim verifikasi tersebut melalukan verifikasi untuk sekolah nasional terintegrasi di kecamatan Bengkalis, yang kita usulkan sekolah terkonsolidasi menjadi sekolah nasional tersebut yakni SDN 4 Bengkalis, SMPN 1 dan SMAN 1 Bengkalis," jelasnya.

Meskipun baru satu kecamatan yang disurvei dan verifikasi lapangan, bukan berarti hanya satu kecamatan yang disetujui.

Namun arahan dari pusat harus ada tahap verifikasi awal terlebih dahulu.

"Bisa jadi nanti dari usulan yang kita ajukan bisa lebih dari satu atau ke limanya setujui untuk menjadi sekolah nasional terintegrasi," tambah Hadi.

Proses pengusulan masih berlanjut, pihak Disdik Bengkalis berharap seluruh usulan bisa disetujui, sehingga pembangunan sekolah nasional bisa segera berjalan di Bengkalis.

"Untuk proses pembangunannya nanti dilakukan oleh Kemendikdasmen langsung. Menggunakan anggaran dari pemerintah pusat dan mengurangi beban daerah," jelasnya.

Kalau disetujui, sekolah nasional terintegrasi bisa berjalan pada tahun ajaran tahun 2027/2028 mendatang.

Nantinya operasional sekolah nasional ini akan berstandar internasional.

"Jadi kita sangat mengharapkan ini bisa segera terealisasi, lima usulan yang sudah diajukan diharapkan bisa disetujui pusat nantinya," tandasnya.

Sekolah Nasional Terintegrasi

Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) adalah program pendidikan strategis nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, berupa sistem pendidikan terpadu yang menyatukan seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu kawasan dan satu manajemen yang berkelanjutan.

Berikut penjelasan lengkapnya :

1. Tujuan Utama

Mengatasi dua masalah utama pendidikan Indonesia: ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah dan akses pendidikan berkualitas yang belum merata, serta menciptakan pendidikan inklusif, gratis, dan berdaya saing global.

2. Ciri Utama

- Terpadu jenjang: Semua jenjang pendidikan ada di satu lokasi, proses belajar dan pembinaan karakter berlanjut tanpa terputus.

- Bebas biaya & inklusif: Tidak ada pungutan biaya, terbuka untuk semua kalangan masyarakat, utamanya peserta didik berprestasi dari keluarga menengah ke bawah, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

- Fasilitas lengkap & modern: Dilengkapi laboratorium sains/teknologi, pusat olahraga, studio seni, perpustakaan digital, ruang serbaguna, dan fasilitas pendukung lainnya standar internasional.

- Kurikulum unggulan: Menggabungkan Kurikulum Nasional dengan pengayaan internasional, menggunakan pendekatan STEAMS (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, Matematika, Olahraga), serta mewajibkan Bahasa Inggris dan bahasa asing lain sebagai pengantar atau muatan lokal.

- Sumber daya berkualitas: Guru direkrut dan dilatih secara ketat, didukung Teaching and Learning Center untuk pengembangan metode mengajar.

3. Perbedaan dengan Program Lain

- Sekolah Rakyat: Khusus anak keluarga miskin ekstrem/miskin, fokus perlindungan sosial.

- Sekolah Unggul Garuda: Khusus siswa berprestasi sangat tinggi/seleksi nasional.

- Sekolah Nasional Terintegrasi: Terbuka luas, menggabungkan jenjang, fasilitas lengkap, kurikulum berstandar global.

4. Skema Pembangunan

Ada 3 cara pengembangan:

- Bangun baru: Lahan 20–30 ha, anggaran ±Rp250 Miliar.

- Pengembangan sebagian: Tambah jenjang yang belum ada, lahan minimal 5 ha, ±Rp50 Miliar.

- Konsolidasi: Satukan sekolah yang sudah ada dalam radius 1–2 km, tambah fasilitas, ±Rp30 Miliar.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.