TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGAKYANG - Korban pembunuhan CA yang meninggal dunia di Masjid At-Taqwa usai diduga dihunus senjata tajam dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif beribadah.
Saksi Mata, Farhani, mengenang korban sebagai sosok yang baik dan aktif beribadah di masjid.
Menurutnya, korban kerap mengikuti salat berjamaah dan beberapa kali dipercaya menjadi imam salat.
"Korban adalah orang yang sangat baik. Beliau sering salat berjamaah di masjid dan tidak pernah membuat masalah dengan siapa pun," katanya saat diwawancarai di lokasi kejadian, pada Selasa 2 Juni 2026.
Peristiwa tragis ini terjadi di Masjid At-Taqwa di Dusun Sungai Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.
Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-detik Pelaku Lakukan Aksi, Kasus Pembunuhan di Kabupaten Bengkayang
Saksi mata mengatakan sosok korban juga sering memimpin salat.
"Kami mengenalnya sebagai sosok yang baik dan dekat dengan warga," ungkapnya.
Ia mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut karena selama ini korban dikenal tidak pernah memiliki masalah dengan warga sekitar.
Sementara itu, mengenai sosok pelaku, saksi menyebut selama ini yang bersangkutan jarang terlihat mengikuti salat berjamaah.
Namun dalam beberapa hari terakhir sebelum kejadian, pelaku justru terlihat lebih sering datang ke masjid.
"Dalam tiga hari terakhir dia terlihat rajin salat berjamaah," katanya.
Atas peristiwa naas ini pun, warga mengaku tidak menyangka pelaku yang selama beberapa hari terakhir aktif beribadah itu justru diduga melakukan aksi penyerangan yang menewaskan korban.
"Kami tidak tahu apa yang menyebabkan pelaku tiba-tiba mengamuk dan melakukan tindakan tersebut. Sampai sekarang kami masih terkejut dan tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi," tutupnya. (*)