SURYA.CO.ID BANGKALAN - Sejarah baru di Pulau Madura, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi mengantongi izin penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter Program Profesi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026 yang diterbitkan pada Selasa (2/6/2026).
Dengan terbitnya izin itu, UTM kini resmi dapat menyelenggarakan pendidikan kedokteran di kampusnya yang berada di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Kabar tersebut disambut penuh syukur oleh Rektor UTM, Prof Dr Safi', SH, MH. Menurutnya, perjuangan panjang untuk menghadirkan Fakultas Kedokteran di kampus negeri pertama di Madura akhirnya membuahkan hasil.
"Alhamdulillah akhirnya (izin) keluar juga, UTM sudah mendapatkan izin penyelenggaraan pendidikan kedokteran," ungkap Prof Safi' kepada SURYA.CO.ID melalui sambungan selulernya, Selasa malam.
Baca juga: UTM Peringkat 9 Kampus Terbaik Jatim, Rektor Prof Safi: S2 - S3 Tak Perlu Jauh
Keputusan itu diterbitkan sebagai tindak lanjut atas surat permohonan Rektor UTM Nomor B/7204/un46/TP.01.06/2024 tertanggal 11 Desember 2024 serta Surat Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Nomor 46/LL7/KL.00.01/2026 tertanggal 30 Maret 2026.
Prof Safi' menjelaskan, UTM dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan utama yang ditetapkan pemerintah untuk membuka Fakultas Kedokteran.
Menurut Prof Safi', terdapat tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian dalam proses pembukaan Fakultas Kedokteran, yakni kecukupan sumber daya manusia (SDM), kelayakan sarana dan prasarana, serta kesiapan kurikulum pendidikan.
Seluruh aspek tersebut berhasil dipenuhi UTM, baik melalui asesmen dokumen maupun asesmen lapangan yang dilakukan oleh tim penilai.
"Alhamdulillah ketiganya dinyatakan lulus, baik asesmen dokumen maupun asesman lapangan. Sehingga kami sudah mendapatkan izin untuk segera menyelenggarakan kegiatan pendidikan kedokteran," jelas Prof Safi'.
Pada tahun pertama penyelenggaraan, UTM akan menerima maksimal 50 mahasiswa baru untuk Program Studi Kedokteran. Jumlah tersebut akan dibagi ke dalam dua kelas, masing-masing berisi 25 mahasiswa.
Baca juga: Sudah Miliki 29 Guru Besar, UTM Bangkalan Memikul Tugas Berat Membawa Manfaat Riil ke Masyarakat
Prof Safi' mengatakan pengumuman resmi terkait penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UTM akan mulai disampaikan pada Rabu (3/6/2026). Saat ini pihak kampus tengah menyiapkan berbagai instrumen pendukung yang diperlukan untuk proses penerimaan mahasiswa.
Karena jalur seleksi nasional telah selesai dilaksanakan, UTM akan membuka kesempatan melalui jalur mandiri bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung di Fakultas Kedokteran.
"Jadi kami masih ada kesempatan membuka pendaftaran mahasiswa baru prodi kedokteran di jalur mandiri karena jalur nasional sudah lewat. SDM Prodi Kedokteran maupun sarana prasarana dan kurikulum sudah siap," jelas Prof Safi'.
Kehadiran Fakultas Kedokteran UTM diharapkan menjadi tonggak penting bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Madura sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Pulau Garam dan sekitarnya.