TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo copot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (2/6/2026).
Jabatan Kepala BGN telah diserahkan ke Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
“Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).
Dadan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Kepala BGN, bersama-sama dengan dua wakil kepala Badan Gizi Nasional, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Begini struktur pimpinan BGN yang baru berdasarkan penjelasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam:
- Kepala BGN: Nanik Sudaryanti Deyang
- Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
- Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono
"Kepada tiga Pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru kami berharap untuk segera dapat melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutur Prasetyo.
Profil Nanik S Deyang
Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang lahir 3 Januari 1968 adalah seorang wartawati dan politikus Indonesia.
Dikutip dari situs web BGN, Nanik lahir di Madiun Jawa Timur.
Dia memulai karier sebagai wartawati dari Tabloid Bangkit.
Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Profil Dadan Hindayana
Pria kelahiran Garut, Jawa Barat 1967 ini dikenal dalam dunia akademisi sebagai ahli serangga. Ia menjadi lulusan terbaik jurusan Hama dan Penyakit Tanaman.
Dilansir dari laman bgn.go.id, Dadan menyelesaikan studi doktoroalnya di Universitas Gottfried Wilhellm Leibniz Hannover, Jerman.
Ia mendapat gelar Dr. rer. Hort yang berarti gelar doktoral untuk bidang tumbuhan dan tanaman.
Kecerdasannya dalam bidang tanaman mengantarkan Dadan ke jabatan strategis di IPB seperti Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB, dan konsultan lintas kementerian.
Jabatan yang pernah diemban
Setelah pulang dari sekolah di Jerman, Dadan pernah menjabat sebagai Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB pada 2001-2002.
Kariernya berlanjut sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB pada 2003-2008.
Pada tahun terakhir, ia juga ditunjuk sebagai Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB 2007-2008.
Karier Dadan sempat lepas dari IPB saat ditunjuk sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan Banau Halmahera.
Dadan cukup lama mengabdi di tempat tersebut, dari 2014-2022.
Dua tahun berselang, Dadan kembali ke Jakarta dan ditunjuk sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024.
Setelah menjabat 1 tahun 9 bulan 10 hari, Dadan akhirnya dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN dan digantikan Nanik S Deyang.
(*/tribun-medan.com)