TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Legiun asing asal Prancis, Layvin Kurzawa, secara resmi menyuarakan salam perpisahan kepada manajemen Persib Bandung beserta basis pendukung setianya, Bobotoh.
Kalimat pamitan tersebut disebarkan eks penggawa Paris Saint-Germain itu lewat fitur story dan unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (2/6/2026) malam.
Walaupun ikatan kerja samanya terhitung pendek, ia menegaskan telah memetik memori yang amat membekas selama berkiprah di tanah air dan menetap di Kota Kembang.
"Kepada rekan-rekan satu klub dan staf, saya akan merindukan kalian. Terima kasih untuk semuanya," tulis Kurzawa dalam instagram story.
Mantan pilar lini pertahanan PSG itu menumpahkan rasa syukur mendalam bagi internal Pangeran Biru, Bobotoh, serta seluruh elemen yang sukses membuatnya betah bagai di rumah sendiri sejak menginjakkan kaki pertama kali di Bandung.
Kurzawa pun mengaku sangat terpukau oleh keindahan Indonesia, atmosfer internal tim, hingga militansi luar biasa dari para suporter yang tiada henti mengalirkan suntikan motivasi.
Sebagai catatan, kontribusi Kurzawa di atas lapangan terbilang sangat minim dengan hanya mengantongi tujuh penampilan pada ajang Super League serta dua laga dalam kompetisi ACL Two.
Dilansir BolaSport.com, jika diakumulasikan, durasi merumput pemain berusia 33 tahun itu cuma menyentuh angka 165 menit selama berseragam biru.
Di sisi lain, beredar spekulasi yang menyebutkan bahwa nilai kontrak sang pemain mencapai Rp13 miliar untuk durasi lima bulan, yang berarti manajemen harus menggelontorkan dana sekitar Rp2,6 miliar setiap bulannya.
"Lima bulan terakhir di Indonesia benar-benar sangat spesial. Saya menemukan negara yang luar biasa, klub yang penuh gairah, dan para suporter yang membuat saya merasa diterima sejak hari pertama," tulis Kurzawa.
Ia sejatinya tidak memungkiri adanya hasrat untuk terus melanjutkan masa baktinya bersama skuad Maung Bandung.
Kendati demikian, ia memahami sepenuhnya bahwa dinamika di industri sepak bola profesional kerap melahirkan kebijakan yang berada di luar kendali para atlet.
Oleh sebab itu, Kurzawa memantapkan diri untuk legawa serta menghargai ketetapan yang telah diambil oleh jajaran manajemen klub.
"Tentu saja saya ingin melanjutkan perjalanan ini, tetapi terkadang dalam sepak bola ada keputusan yang berada di luar kendali kita. Saya menghormati keputusan klub dan pergi dengan penuh rasa syukur atas semua momen yang telah kita lalui bersama," ungkapnya.
Kendati durasi kontraknya tergolong kilat, Kurzawa menyatakan tetap terselip rasa bangga lantaran sempat dipercaya mengenakan jersi kebesaran Persib dan menjadi bagian dari tim raksasa di kompetisi domestik.
Kesempatan emas mencicipi atmosfer laga di depan puluhan ribu pasang mata Bobotoh diklaimnya sebagai memori indah yang tidak akan pernah pudar dari ingatannya. Baginya, sempat diakui sebagai anggota keluarga besar Persib merupakan sebuah kehormatan tersendiri.
"Saya bangga pernah mengenakan jersey ini, merasakan emosi bersama kalian, dan menjadi bagian dari keluarga Persib, meskipun hanya dalam waktu yang singkat," tulisnya.
Pada bagian penutup pesan digitalnya, Kurzawa secara khusus melayangkan apresiasi tertinggi kepada Bobotoh yang konsisten mendistribusikan cinta, energi positif, dan dukungan total untuk dirinya maupun kolektif tim.
Ia pun menyelipkan asa agar suatu saat nanti garis takdir dapat mempertemukannya kembali dengan publik sepak bola Bandung yang telah menorehkan impresi mendalam pada perjalanan kariernya.
"Terima kasih atas dukungan, cinta, dan energi yang kalian berikan. Saya berharap jalan kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti. LOVE YOU BOBOTOH," tutup Kurzawa.