Ketua RT Mengaku Terkejut, Sebut Pelaku Sosok Tertutup, Kasus Pembunuhan di Kabupaten Bengkayang 
Try Juliansyah June 03, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Terduga pelaku, berinisial IAB, dikenal warga sebagai sosok yang tertutup.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Masjid At- Taqwa, Dusun Sungai Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, masih menyisakan duka dan keterkejutan bagi warga setempat, pada Selasa 2 Juni 2026.

Ketua RT 001/ RW 014, Anida, mengaku tidak menyangka peristiwa tragis ini terjadi di lingkungannya.

Menurutnya, pelaku dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup dan jarang bergaul dengan masyarakat.

Namun pelaku tetap dikenal oleh warga sekitar dan beberapa kali terlihat mengikuti kegiatan ibadah di masjid.

"Saya mengenal pelaku seperti warga pada umumnya. Namun memang yang saya lihat, dia agak jarang bergaul dengan masyarakat. Kalau ada kegiatan gotong royong atau kerja bakti, kadang dia tidak ikut," katanya saat diwawancarai di lokasi kejadian pada Selasa, 2 Juni 2026.

"Selain itu, sejauh yang saya tahu, tidak ada hal-hal yang menonjol," tambahnya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Kabupaten Bengkayang, Sosok Korban Orang Baik dan Aktif Beribadah

Ia mengatakan, pelaku sesekali terlihat melaksanakan salat berjamaah di Masjid tersebut. Bahkan juga pernah menjadi imam salat.

"Sesekali dia bahkan pernah menjadi imam. Jadi kalau untuk aktivitas ibadah, dia memang cukup sering terlihat di masjid," ungkapnya.

Sementara, menurut Ketua RT, keluarga korban juga dikenal berhubungan baik dengan warga lainnya. 

Hanya saja pelaku memang dikenal agak tertutup dan tidak terlalu banyak bergaul dengan masyarakat sekitar.

"Saat pertama kali mendengar kabar kejadian ini, saya sangat kaget. Saya tidak menyangka bisa terjadi peristiwa seperti ini di lingkungan kami," tuturnya.

Anida mengatakan selama bertemu dengan pelaku, interaksi pun hanya biasa saja.

"Pernah mengobrol dan bercanda seperti warga pada umumnya. Tidak ada hal yang membuat kami curiga atau berpikir akan terjadi kejadian seperti ini," akuinya.

Anida mengaku, setelah peristiwa itu terjadi, banyak informasi yang beredar dari warga. 

"Ada yang menyampaikan versi cerita yang satu, ada juga yang menyampaikan versi lainnya. Namun kami sendiri tidak mengetahui secara pasti bagaimana kronologi sebenarnya karena tidak berada langsung di lokasi saat kejadian," jelasnya.

Saat pertama kali mendengar kabar adanya peristiwa ini, Anida menerangkan sangat terkejut. 

"Yang pasti, saya sangat terkejut dan sedih. Selama saya tinggal di sini, belum pernah ada kejadian seperti ini terjadi di lingkungan kami. Karena itu peristiwa ini benar-benar membuat warga merasa kaget dan tidak percaya," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.