TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak diaspora Indonesia di Rusia membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen melalui penguatan ekspor, investasi, dan kerja sama bisnis.
Ajakan itu disampaikan AHY saat bertemu Duta Besar RI untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, serta komunitas diaspora Indonesia di Moskow, Rusia, Senin (1/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, AHY meminta diaspora berperan sebagai penghubung bisnis, investasi, dan transfer pengetahuan guna memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia sekaligus mendukung berbagai program strategis nasional.
AHY menjelaskan pemerintah tengah mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke pasar Rusia, mulai dari hasil perikanan, kopi, rempah-rempah, hingga komoditas maritim lainnya.
Karena itu, diaspora didorong mengambil peran sebagai mitra distribusi dan penghubung bisnis untuk memperluas akses pasar produk Indonesia di Rusia.
AHY juga mendorong pembentukan asosiasi pengusaha diaspora yang dapat menjadi distributor produk Indonesia di Moskow, St. Petersburg, dan kota-kota lainnya.
Menurutnya, jaringan tersebut dapat membantu mengatasi berbagai kendala teknis, termasuk logistik dan fasilitas rantai pendingin (cold chain).
Selain perdagangan, diaspora diharapkan dapat menjembatani transfer pengetahuan, promosi investasi, serta kemitraan di sektor energi dan kemaritiman.
Baca juga: Menko AHY Harap Konsep Giant Sea Wall Pantura Matang di 2027
Dalam pemaparannya, AHY turut menjelaskan sejumlah proyek prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan investasi dan kemitraan strategis.
Program tersebut mencakup pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa dengan nilai investasi sekitar USD 80 miliar, Program 3 Juta Rumah, pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau berbasis Transit Oriented Development (TOD), serta penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) yang ditargetkan berlaku penuh pada 2027.
Pemerintah juga menjalankan berbagai program pendukung, termasuk penguatan ketahanan air dan penataan permukiman nelayan melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Menurut AHY, keterlibatan diaspora dapat membantu memperluas jejaring internasional yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai agenda pembangunan tersebut.
Baca juga: Prabowo Akui Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Belum Sepenuhnya Dinikmati Rakyat
Pertemuan dengan diaspora Indonesia di Moskow menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja AHY di Rusia sebelum menghadiri Konsultasi Bilateral II bersama Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai P. Patrushev.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 19 Juni 2025.
Kesepakatan itu mencakup 18 sektor kerja sama strategis, termasuk ekonomi, energi, infrastruktur, kemaritiman, dan investasi.
Pemerintah berharap kemitraan strategis Indonesia-Rusia diterjemahkan ke dalam kerja sama ekonomi yang lebih konkret dengan dukungan diaspora Indonesia.