TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nanik S Deyang resmi menjadi sorotan publik setelah ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana dalam perombakan besar di tubuh lembaga tersebut.
Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Nanik S Deyang dikenal sebagai figur yang aktif mengangkat isu-isu sosial, politik, dan kebijakan publik melalui berbagai platform media.
Kariernya kemudian mengalami pergeseran ketika ia mulai dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kedekatannya dengan Prabowo disebut bukan sekadar hubungan politik, tetapi juga kerja sama dalam berbagai agenda komunikasi dan strategi publik.
Perjalanan kariernya dianggap unik karena mampu bertransformasi dari dunia jurnalistik ke posisi strategis di pemerintahan.
Pengangkatan Nanik sebagai Kepala BGN juga memunculkan perhatian publik karena lembaga tersebut memegang peran penting dalam isu ketahanan dan gizi nasional.
Banyak pihak menilai penunjukan ini sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar untuk memperkuat efektivitas program pangan dan gizi di Indonesia.
Kini, publik menanti arah kebijakan baru yang akan dibawa Nanik S Deyang dalam memimpin BGN ke depan di tengah berbagai tantangan sektor gizi nasional.
Baca juga: Rekam Jejak Dadan Hindayana, Dikenal Ahli Serangga, Kepala BGN yang Dicopot Presiden Prabowo
Seperti diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru menggantikan posisi Dadan Hindayana.
Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
“Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).
Dadan Hindayana dicopot dari jabatan sebagai Kepala BGN, bersama-sama dengan dua wakil kepala Badan Gizi Nasional, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Nanik S Deyang dilahirkan di Madiun pada 3 Januari 1968. Sosoknya tidak dapat dilepaskan dari industri media massa.
Nanik dikenal sebagai seorang wartawati sekaligus politikus Indonesia.
Ia memulai karier sebagai wartawati dari Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia dan pemimpin media dari Kelompok Media Peluang (KMP).
Pada kala menjadi jurnalis itu, Nanik cukup kritis terhadap berbagai isu baik sosial, politik, dan ekonomi.
Di dunia politik, Nanik memiliki kedekatan dengan Prabowo.
Pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Hubungan tersebut pun terus terjaga, hingga pada Oktober 2024 Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan periode tahun 2024-2029 oleh Presiden Prabowo.
Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN dan melepas jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Nanik S Deyang juga merupakan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Perusahaan Perseroan PT Pertamina (Persero) Nomor SK-150/MBU/06/2025 / Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Juni 2025.
Terkini Nanik S Deyang diangkat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru menggantikan Dadan Hindayana.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)