Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Jadi Angin Segar Buat Pariwisata Bandung
Siti Fatimah June 02, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mendapat sambutan positif dari pelaku industri pariwisata Jawa Barat. 

Kehadiran kembali bandara di Kota Bandung dinilai dapat mempermudah akses wisatawan dan mendorong peningkatan kunjungan ke berbagai destinasi wisata di kawasan Bandung Raya.

Public Relation PT Perisai Group, Intania Setiati, mengatakan dibukanya kembali Bandara Husein akan memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata, khususnya wisata yang berada di kawasan Lembang.

PT Perisai Group sendiri mengelola sejumlah destinasi wisata populer seperti Farm House, The Great Asia Africa, dan Floating Market yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Intania, salah satu pasar wisatawan yang berpotensi kembali meningkat adalah wisatawan asal Malaysia.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum penutupan penerbangan di Bandara Husein, wisatawan Malaysia menjadi salah satu pengunjung yang cukup rutin datang ke Bandung.

“Pasar Malaysia sebenarnya masih bagus. Sampai sekarang juga masih ada yang datang. Memang biasanya tidak dalam rombongan besar, tetapi datang bersama keluarga atau kelompok kecil sekitar tujuh sampai delapan orang,” kata Intania saat ditemui di Sekertariat Apindo Jabar, Jalan Merdeka, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, apabila penerbangan langsung dari Malaysia, Singapura, maupun kota-kota terdekat kembali tersedia melalui Bandara Husein, jumlah wisatawan asing yang datang ke Bandung berpotensi meningkat.

Selama ini, wisatawan mancanegara yang ingin berlibur ke Bandung harus melalui Jakarta terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan darat atau kereta cepat menuju Kota Kembang.

Kondisi tersebut membuat waktu perjalanan menjadi lebih panjang dan biaya perjalanan ikut bertambah.

Intania mengatakan banyak mitra promosi wisata di Malaysia yang menyayangkan penutupan Bandara Husein karena mengurangi efisiensi perjalanan menuju Bandung.

“Mereka harus ke Jakarta dulu, kemudian melanjutkan perjalanan lagi dan terkadang harus menginap satu malam tambahan. Kalau bisa langsung turun di Bandung tentu lebih praktis dan waktu wisatanya lebih banyak,” ujarnya.

Meski demikian, selama beberapa tahun terakhir kehadiran kereta cepat Whoosh telah membantu menjaga arus wisatawan menuju Bandung.

PT Perisai Group bahkan menjalin kerja sama dengan KCIC melalui program promosi tiket masuk gratis bagi penumpang Whoosh.

Wisatawan yang menunjukkan boarding pass pada hari kedatangan hingga tiga hari setelah perjalanan dapat menikmati akses gratis ke sejumlah destinasi wisata yang bekerja sama dalam program tersebut.

Menurut Intania, program tersebut mendapat respons sangat baik dari masyarakat.

“Banyak yang memang sengaja naik Whoosh untuk wisata ke Lembang karena dapat promo masuk gratis. Mereka turun di Padalarang lalu melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata,” katanya.

Meski akses kereta cepat telah membantu meningkatkan mobilitas wisatawan, Intania menilai keberadaan bandara tetap memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa sepenuhnya tergantikan.

Bandara Husein memberikan kemudahan bagi wisatawan luar daerah maupun mancanegara yang ingin langsung tiba di Bandung tanpa harus transit terlebih dahulu.

Intania menyebutkan reaktivasi Bandara Husein akan memberikan efek positif bagi seluruh ekosistem pariwisata, mulai dari destinasi wisata, hotel, restoran, hingga sektor transportasi.

“Kalau bandara kembali beroperasi tentu dampaknya akan terasa ke semua sektor. Wisatawan lebih mudah datang ke Bandung dan itu akan membantu meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.