Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Trenggalek terus berkomitmen membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan yang produktif dan berwawasan lingkungan.
Baru-baru ini, Rutan Trenggalek menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair melalui teknik fermentasi limbah rumah tangga yang diberi nama Felita.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan di dalam area Rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Trenggalek, Teddy Haryanto, menjelaskan bahwa pelatihan inovatif ini sengaja digelar untuk memberikan keterampilan praktis yang bernilai guna bagi para warga binaan, sekaligus sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan rutan.
"Kegiatan diawali dengan pengenalan alat, bahan, dan pemilahan jenis sampah limbah rumah tangga. Tidak lupa, dilakukan juga pengaktifan bakteri melalui pencampuran EM4 Pertanian dengan larutan gula," ujar Teddy Haryanto, Selasa (2/6/2026).
Teddy menguraikan, dalam pelatihan kali ini, para warga binaan diajarkan secara mendetail mengenai proses produksi dari hulu ke hilir.
Beliau menambahkan proses pembuatan pupuk organik cair ini dimulai dari pemilahan sampah organik.
Selanjutnya ke proses pencacahan bahan baku bahan organik untuk mempercepat proses fermentasi.
"Usai itu, dilakukan pencampuran bahan organik dengan biang bakteri, lalu dimasukkan ke dalam bak Felita," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan pelatihan yang memanfaatkan limbah domestik tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala.
Dikatakan Teddy, program pelatihan Felita ini setidaknya memiliki tiga tujuan utama yang ingin dicapai oleh pihak manajemen Rutan Trenggalek bagi masa depan para WBP.
Pembuatan pupuk organik ini menurut Teddy bertujuan memanfaatkan limbah.
Yaitu mengubah sampah atau limbah rumah tangga yang awalnya tidak bernilai menjadi produk yang jauh lebih bermanfaat dan bernilai guna.
Kedua, untuk kemandirian warga binaan. Membentuk warga binaan menjadi manusia yang mandiri, sehingga memiliki bekal keterampilan berwirausaha saat bebas nanti.
"Kepedulian Lingkungan Mendorong WBP agar lebih peka terhadap kebersihan lingkungan sekitar serta aktif dalam menjaga kelestarian alam," imbuhnya.
Sebagai langkah berkesinambungan dari kesuksesan pelatihan pembuatan pupuk organik cair ini, pihak Rutan Trenggalek sudah menyiapkan program lanjutan yang tidak kalah membawa dampak positif.
Pihaknya menegaskan pupuk organik cair yang diproduksi melalui Teknik Felita ini nantinya akan langsung diaplikasikan pada program pembinaan kemandirian bidang pertanian di dalam rutan.
Kedepan, Rutan Trenggalek berencana menggalakkan aksi nyata untuk mendukung kelestarian alam secara lebih luas.
"Sebagai saran tindak lanjut, ke depan akan diadakan kegiatan penyemaian bibit tanaman sebagai upaya mendukung gerakan zero carbon (nol emisi karbon)," pungkasnya