TRIBUNTRENDS.COM - Keputusan mengejutkan diambil Presiden Prabowo Subianto dengan merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026).
Dalam langkah tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, resmi diberhentikan dari jabatannya.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Jakarta.
Ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari.
Dalam keterangannya, Prasetyo menjelaskan bahwa keputusan tersebut langsung ditetapkan oleh Presiden Prabowo sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan di lembaga yang menangani program gizi nasional tersebut.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.
Baca juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana & 2 Pimpinan BGN, Terlibat Jual Beli Titik SPPG? Mensesneg: Audit
Tak hanya memberhentikan pimpinan lama, Presiden juga langsung menunjuk jajaran baru untuk mengisi posisi strategis di BGN.
Nanik S Deyang dipercaya memimpin BGN sebagai kepala badan yang baru menggantikan Dadan Hindayana.
Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN kini ditempati Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang akan mendampingi Nanik menjalankan tugas lembaga tersebut.
Pergantian mendadak ini sontak menjadi sorotan karena terjadi di tengah pelaksanaan program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan hanya beberapa jam sebelum pengumuman perombakan, Presiden Prabowo masih melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah dan pelaksanaan program MBG di SMPN 111 Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Dadan Hindayana terlihat turut menyambut kedatangan Presiden Prabowo, sehingga pergantian pimpinan BGN pada hari yang sama menimbulkan kejutan di kalangan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencopotan Dadan sebenarnya telah diputuskan beberapa hari sebelumnya.
Belakangan memang santer kabar bahwa pimpinan BGN akan dicopot.
Bahkan ketika ada informasi OTT oleh pejabat penegak hukum, dugaan langsung dilayangkan kepada pimpinan BGN.
Salah seorang pejabat pemerintahan sempat mengatakan bahwa salah satu lembaga memang telah disorot kinerjanya oleh Presiden.
Salah satunya karena pemborosan anggaran.
“Ada salah satu lembaga, yang harusnya segera diganti. Karena kinerja dan pemborosan anggaran,” katanya kepada Tribunnews pekan lalu.
Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang lengser yakni pada 19 Agustus 2024.
Menjadi kepala BGN, Dadan memimpin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG menargetkan 82,9 juta penerima yang terdiri dari peserta didik santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Sampai Mei 2026, program ini telah menjangkau 61,9 juta penerima.
Pada tahun ini anggaran program MBG mencapai Rp268 triliun.
Dengan jangkauan yang luas program tersebut terus menjadi sorotan.
Karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan agar program dengan anggaran besar tersebut berjalan dengan baik.
Baca juga: Dadan Hindayana Dicopot, Sufmi Dasco Minta BGN Berbenah: Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat
Pengawasan salah satunya dilakukan Kantor Staf Presiden.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman langsung melakukan sidak ke beberapa SPPG setelah dilantik pada 27 April 2026.
Sidak dilakukan diantaranya ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa, (12/5/2026).
Dalam Sidak tersebut Dudung menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan.
Dudung menemukan beberapa kondisi yang dinilai tidak sesuai standar, antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.
Beberapa waktu kemudian, Dudung menemukan masalah lain.
Selain masalah kebersihan, mantan KSAD tersebut menemukan adanya indikasi jual beli titik SPPG.
Hal itu disampaikan Dudung setelah bertemu Kepala BGN Dadan Hindayana di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Dudung menyampaikan kepada Dadan bahwa Kantor Staf Presiden akan mengawal ketat program MBG. Sehingga tidak ada lagi oknum yang memperjualbelikan titik lokasi SPPG.
“Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik atau memanipulasi berupa keuntungan. Ini jangan sampai terjadi dan saya akan cek terus,” katanya.
(TribunTrends/Tribunnews/Taufik Ismail)