Jakarta (ANTARA) - Unggulan kedua Alexander Zverev menghentikan laju bintang muda Rafael Jodar dengan kemenangan 7-6(3), 6-1, 6-3, Selasa, untuk melaju ke semifinal French Open 2026.

Zverev, yang hanya kehilangan satu set dari lima pertandingannya sejauh ini di Roland Garros, bangkit dari ketertinggalan 2-5 untuk merebut set pertama sebelum mempercepat tempo hingga meraih kemenangan dalam waktu dua jam 17 menit di lapangan Philippe-Chatrier.

"Itu sulit. Dia memiliki ritme yang sempurna di set pertama dan saya tidak. Pukulan saya sangat pendek dan saya sangat defensif," kata Zverev seusai pertandingan, dikutip dari ATP.

“Dia bermain luar biasa dan mengungguli saya di awal set pertama, tetapi saya berhasil bangkit sementara dia bermain sedikit gugup saat melakukan servis."

Zverev akan berhadapan dengan unggulan ke-26 Jakub Mensik atau unggulan ke-28 Joao Fonseca, yang menjadi penghalang petenis Jerman itu untuk mencapai final keempatnya di turnamen Grand Slam.

Terlepas dari siapa lawannya selanjutnya, juara tujuh kali ATP Masters 1000 dan juara dua kali ATP Finals, Zverev, akan memasuki pertandingan dengan penuh percaya diri setelah mengalahkan Jodar yang sedang dalam performa terbaiknya.

Menurut statistik ATP, Zverev memenangi 71 persen (51/72) poin dari servis pertamanya melawan Jodar.

Dengan tersingkirnya unggulan teratas Jannik Sinner dan unggulan ketiga Novak Djokovic, Zverev sejauh ini memiliki peluang besar untuk mengangkat trofi Grand Slam.

Finalis 2024, Zverev, diuji sejak awal pertandingan dalam pertemuan pertamanya dengan Jodar yang meraih kemenangan terbanyak di level tur di lapangan tanah liat musim ini, yakni 19 pertandingan.

Petenis berusia 19 tahun itu menangkis dua break point di gim pembuka, dan kemudian menggunakan pukulan forehand kerasnya untuk merebut break servis pertama di gim keenam.

Namun, dari tertinggal 2-5, Zverev menemukan ritmenya dan tampak mengendalikan jalannya pertandingan.

Petenis berusia 29 tahun itu memenangi lima dari enam gim berikutnya untuk memaksa tie-break, yang ia memenangi setelah meraih empat poin berturut-turut dari 3/3.

Tetap solid dalam servisnya, Zverev juga sering mendikte reli. Dari kedudukan 1-1 di set kedua, Zverev meraih tujuh gim berturut-turut untuk unggul dua set dan satu break.

Ia kemudian tidak kesulitan untuk menyelesaikan servisnya untuk mencapai semifinal Roland Garros kelimanya dalam enam tahun terakhir.

"Tentu saja, saya ingin terus maju. Saya ingin berada di turnamen ini, dan saya ingin memenangi pertandingan yang belum pernah saya menangi. Itulah tujuan saya," ujar Zverev.

"Saya merasa hari ini adalah ujian yang sangat berat melawan pemain yang sangat bagus dan saya berhasil dan menang. Tentu saja, saya senang berada di semifinal, tetapi hanya untuk saat ini. Itu saja."

Terlepas dari kekalahannya, Jodar meraih capaian luar biasa dalam kariernya yang masih muda.

Petenis Spanyol itu berada di luar peringkat 700 ATP setahun yang lalu, tetapi berkompetisi di Paris sebagai unggulan ke-27 setelah memenangi gelar ATP Tour pertamanya di Marrakech dan mencapai perempat final di turnamen Masters 1000 di Madrid dan Roma.

Sebagai hasil dari pencapaiannya di babak delapan besar di Paris, Jodar akan naik enam peringkat ke No.23 dunia.