Skandal Pengaturan Pertandingan Piala Dunia FIFA Muncul, Kartu Kuning Jadi Sorotan: Laporan
Hendra Wijaya June 03, 2026 05:47 AM

Sebuah skandal baru terkait pengaturan pertandingan kembali mencuat menjelang turnamen 48 tim di Amerika Utara bulan ini.

Piala Dunia FIFA 2026, yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, sudah diterpa kontroversi bahkan sebelum bola pertama ditendang.

Sebuah investigasi mengklaim telah mengungkap praktik korupsi di dunia olahraga di berbagai benua, mencakup sejumlah ajang terbesar baik di sepak bola maupun olahraga lainnya.

Menurut laporan Jacob Whitehead dari The Athletic, dua pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 diduga terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan baru.

Kedua pemain tersebut telah dilaporkan ke federasi nasional tempat mereka bermain di level klub oleh para ahli independen di bidang integritas karena adanya dugaan pengaturan pertandingan.

Kedua pemain tersebut diduga sengaja menerima kartu kuning dalam pertandingan yang berlangsung dalam setahun terakhir, namun kini mereka sedang bersiap menuju Amerika Utara untuk tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Salah satu dugaan pelanggaran itu bahkan diyakini terjadi hanya beberapa minggu lalu, mengindikasikan adanya aktivitas baru-baru ini, bukan pelanggaran lama di level kompetisi yang lebih rendah.

Awal musim ini, seorang pemain dilaporkan sengaja menerima kartu kuning dalam pertandingan liga untuk memastikan dirinya menjalani skorsing sebelum laga derby penting, sehingga bisa tersedia saat pertandingan tersebut berlangsung.

Rencana tersebut kabarnya telah dirancang dan dibicarakan jauh hari sebelumnya, hingga menimbulkan lonjakan taruhan yang tidak wajar terhadap kemungkinan pemain itu mendapat kartu kuning, sehingga pertandingan tersebut ditandai oleh sistem pemantauan.

Kasus lainnya terjadi bulan lalu ketika sistem peringatan serupa kembali aktif — dua bandar taruhan melaporkan adanya aktivitas taruhan mencurigakan.

Taruhan yang dimaksud dipasang pada kemungkinan seorang pemain menerima kartu kuning di babak pertama, yang kemudian benar-benar terjadi setelah pemain tersebut melakukan tiga pelanggaran dalam waktu kurang dari lima menit pertama pertandingan.

Kedua pemain yang terlibat tidak disebutkan namanya dalam laporan tersebut untuk menjaga kerahasiaan penyelidikan yang masih berlangsung terkait dugaan pelanggaran ini.

Saat ditanya apakah isu pengaturan pertandingan telah dibahas menjelang Piala Dunia 2026, pihak FIFA menegaskan: “FIFA memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap manipulasi pertandingan dan menyediakan sistem pelaporan berbasis web yang aman dan rahasia agar siapa pun dapat melapor jika memiliki pengetahuan tentang potensi manipulasi pertandingan atau pelanggaran integritas.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.