3 BERITA POPULER PADANG: Peluru Nyasar Kena Mahasiswi, Pesawat AS Mendarat di BIM dan Pelatihan AC
Rahmadi June 03, 2026 09:27 AM

Pertama, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial N dan seorang warga sipil dilaporkan terkena peluru nyasar di kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) sore.

Insiden tersebut terjadi di area alun-alun depan Rektorat UNP sekitar pukul 16.30 WIB. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kedua, kemunculan pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules di wilayah perairan barat Kota Padang, Sumatera Barat, sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Akun pemantau penerbangan @gazaupdate melaporkan pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dengan callsign CONDOR5 terdeteksi melakukan penerbangan berputar (holding pattern) di atas perairan barat Sumbar pada Senin (1/6/2026).

Ketiga, program pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk mendapat respons positif dari para mantan narapidana terorisme (napiter) yang menjadi peserta.

Bagi mereka, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang untuk membangun usaha mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Geger! Peluru Nyasar Hantam 2 Orang di Kampus UNP Padang, Satu Proyektil Bersarang di Paha Mahasiswi

Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial N dan seorang warga sipil dilaporkan terkena peluru nyasar di kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) sore.

Insiden tersebut terjadi di area alun-alun depan Rektorat UNP sekitar pukul 16.30 WIB. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, saat dikonfirmasi TribunPadang.com membenarkan peristiwa tersebut.

"Iya benar. Ada satu orang mahasiswa UNP yang menjadi korban. Saat kejadian mereka sedang berkumpul atau duduk-duduk di alun-alun depan rektorat," kata Erianjoni saat dikonfirmasi.

Baca juga: Update Pria Tergantung di Limapuluh Kota, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan, Diduga Mengakhiri Hidup

Menurutnya, korban merupakan mahasiswi dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP. Selain mahasiswi tersebut, seorang warga sipil yang merupakan keluarga dari mahasiswa lain juga turut menjadi korban.

Mahasiswi Harus Jalani Operasi

Erianjoni menjelaskan, mahasiswi tersebut mengalami luka akibat proyektil yang mengenai bagian paha.

Korban dalam kondisi sadar dan dijadwalkan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang masih bersarang di tubuhnya.

"Yang mahasiswi perempuan terkena di bagian paha. Malam ini harus dioperasi untuk mengeluarkan proyektilnya. Kondisinya sadar dan tidak apa-apa," ujarnya.

Sementara korban laki-laki mengalami luka di bagian tangan.

Baca juga: Mesin Rusak di Tengah Penerbangan, Hercules Angkatan Laut AS Mendarat Darurat di BIM

"Kalau yang laki-laki mengalami luka di atas pergelangan tangan. Awalnya dibawa ke RS Hermina, kemudian ada rencana dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara," katanya.

2. Mesin Rusak di Tengah Penerbangan, Hercules Angkatan Laut AS Mendarat Darurat di BIM

Kemunculan pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules di wilayah perairan barat Kota Padang, Sumatera Barat, sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Akun pemantau penerbangan @gazaupdate melaporkan pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dengan callsign CONDOR5 terdeteksi melakukan penerbangan berputar (holding pattern) di atas perairan barat Sumbar pada Senin (1/6/2026).

Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang beredar, pesawat dengan registrasi 164762 itu terbang pada ketinggian sekitar 17.900 kaki dengan kecepatan sekitar 220 knot.

Namun, pihak Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memastikan aktivitas tersebut bukan operasi militer ataupun pengintaian, melainkan bagian dari uji terbang (test flight) setelah pesawat menjalani perbaikan akibat kerusakan mesin.

Baca juga: Breaking News: Marapi Sumbar Erupsi Lagi di Awal Juni 2026, Puncak Gunung Ditutupi Kabut

Mendarat Darurat di BIM karena Mesin Mati

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di BIM pada Senin (25/5/2026) pukul 17.56 WIB.

Menurutnya, BIM menerima informasi dari Menara Pengawas Colombo bahwa salah satu mesin pesawat mengalami gangguan.

"Pesawat itu melakukan emergency landing di BIM. Sebelum Idul Adha kami mendapat laporan dari Tower Colombo bahwa pesawat militer tersebut mengalami mati mesin nomor tiga sehingga diarahkan mendarat di bandara terdekat, yaitu BIM," kata Dony saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan penerbangan internasional, bandara tidak diperkenankan menolak pesawat yang berada dalam kondisi darurat.

Setelah mendarat dengan selamat, pesawat kemudian ditempatkan di hanggar Susi Air agar tidak mengganggu operasional penerbangan komersial.

Baca juga: Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon

Diawasi TNI AU hingga Kedutaan Besar AS

Dony mengatakan, sejak menerima informasi mengenai pendaratan darurat tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari TNI AU, Bea Cukai, Imigrasi hingga Karantina.

Sebanyak 16 personel Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di dalam pesawat menjalani prosedur keimigrasian sesuai ketentuan.

"Semua dokumen lengkap, termasuk diplomatic clearance mereka. Jadi memang tercatat sebagai personel Angkatan Laut Amerika Serikat," ujarnya.

Selama berada di Padang, para personel menginap di salah satu hotel dan mendapatkan pengawasan dari unsur keamanan.

Dony menambahkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta juga mengeluarkan surat jaminan selama proses menunggu kedatangan suku cadang pengganti.

Spare Part Didatangkan dari Luar Negeri

Kerusakan yang terjadi tidak mengharuskan penggantian mesin secara keseluruhan, melainkan salah satu komponen penting pada mesin nomor tiga.

Karena bertepatan dengan hari libur di Amerika Serikat, proses pengadaan suku cadang sempat mengalami kendala.

Suku cadang tersebut akhirnya tiba di Padang melalui penerbangan komersial dari Singapura pada Minggu (31/5/2026).

Tim teknisi kemudian melakukan pemasangan dan perbaikan hingga malam hari.

"Setelah spare part dipasang, dilakukan prosedur run up atau pengujian mesin selama satu hingga dua jam. Setelah hasilnya baik, dilanjutkan dengan test flight," jelas Dony.

Pola Berputar di Laut Sengaja Diatur

Dony mengungkapkan, rute uji terbang sengaja diarahkan ke wilayah perairan barat Sumatera Barat.

Rute tersebut telah dikoordinasikan dengan otoritas penerbangan dan unsur TNI untuk memastikan keamanan serta menghindari area instalasi strategis.

"Kami membuat rute khusus di atas laut. Itu memang sengaja ditempatkan di area yang tidak terdapat instalasi militer. Jadi pola penerbangan yang terlihat di radar kemarin merupakan bagian dari test flight," katanya.

Uji terbang berlangsung sekitar satu jam dan pesawat kembali mendarat di BIM setelah seluruh sistem dinyatakan berfungsi normal.

Terpisah, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa pesawat milik US Navy tersebut tidak melakukan aktivitas pengintaian.

Baca juga: Wanda Hanya Tertunduk Divonis Mati Kasus Mutilasi, Tangis Keluarga Korban Pecah di Ruang Sidang

Menurutnya, penerbangan yang terpantau di media sosial merupakan bagian dari prosedur pengujian pascaperbaikan.

"Pesawat sebelumnya melakukan emergency landing di Padang. Setelah suku cadang datang dan dipasang, dilakukan test flight di area yang sudah ditentukan. Setelah clear, pesawat kembali mendarat di BIM," ujarnya.

Wahyu memastikan seluruh proses perizinan dan pengawasan berada dalam kendali otoritas Indonesia.

"Jadi semuanya aman. Perizinan dalam kontrol kami semua, tidak ada masalah dan tidak ada soal pengintaian," tegasnya.

Saat ini pesawat dan personelnya masih berada di Padang sambil menunggu penerbitan flight clearance dan security clearance untuk melanjutkan penerbangan menuju tujuan berikutnya.

3. Lewat Pelatihan Teknisi AC di Padang, Harapan Baru Mantan Napiter untuk Reintegrasi Sosial

Program pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk mendapat respons positif dari para mantan narapidana terorisme (napiter) yang menjadi peserta.

Bagi mereka, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang untuk membangun usaha mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang peserta, Muhammad Rofik (39) asal Jambi, mengaku mengikuti pelatihan tersebut karena ingin menambah keterampilan sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

Saat ini, Rofik mengaku masih menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kadang saya jadi ojek online, kadang jualan bakso tusuk. Apa saja yang bisa menghasilkan uang saya kerjakan. Makanya saya tertarik ikut pelatihan ini agar bisa punya usaha mandiri," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (2/6/2026).

Berharap Bisa Membuka Lapangan Kerja

IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). Pelatihan yang diikuti 29 mantan narapidana terorisme dan mantan jaringan terorisme dari Sumbar, Sumut, Jambi, dan Riau tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan kerja serta mendukung reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi peserta.
IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). Pelatihan yang diikuti 29 mantan narapidana terorisme dan mantan jaringan terorisme dari Sumbar, Sumut, Jambi, dan Riau tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan kerja serta mendukung reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi peserta. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Rofik mengatakan, jika nantinya berhasil mengembangkan usaha di bidang servis dan perawatan AC, ia ingin membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

"Kalau usaha ini berhasil, saya ingin merekrut orang lain sehingga bisa bermanfaat juga untuk masyarakat," katanya.

Ia mengaku telah kembali ke masyarakat sejak Mei 2025. Selama hampir setahun terakhir, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membangun kembali kehidupan sosial dan ekonomi setelah bebas.

Baca juga: Pesan Menohok Wabup Yulian Efi di Harlah Pancasila 2026: Jangan Cuma Jadi Hiasan di Dinding Kantor

Menurutnya, mencari pekerjaan tidak selalu mudah karena harus memulai dari awal dan membuktikan diri kepada lingkungan sekitar.

Meski demikian, ia bersyukur penerimaan masyarakat di daerahnya berjalan baik.

"Alhamdulillah masyarakat menerima dengan baik. Kami juga dibantu Densus 88 dan perangkat desa yang menjembatani komunikasi dengan masyarakat sehingga tidak ada jarak antara kami dengan warga," ungkapnya.

Rofik menilai pelatihan teknisi AC menjadi peluang yang sangat berharga karena sesuai dengan minatnya di bidang elektronik.

Selama ini, ia mengaku belajar secara otodidak memperbaiki berbagai perangkat elektronik seperti kulkas hingga telepon genggam.

"Ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya. Semua orang juga mulai dari nol. Yang penting ada kemauan untuk belajar," ujarnya.

Alumni Pelatihan Rasakan Dampak Ekonomi

Sementara itu, mantan peserta pelatihan teknisi AC tahun sebelumnya, Zulkhadri Hasan (40), mengaku merasakan langsung manfaat program yang digelar Densus 88 dan Astra.

Ia mengikuti pelatihan serupa pada Juni 2025 di Palembang.

Menurut Zulkhadri, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi peserta yang sebelumnya tidak memiliki dasar di bidang elektronika maupun pendingin ruangan.

"Hasil pelatihan ini luar biasa. Kita yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang elektronik dan AC jadi mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Selain itu juga menambah relasi dan peluang pemasukan untuk keluarga," katanya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, Zulkhadri mulai merintis usaha jasa servis AC secara mandiri.

Meski pekerjaan tersebut tidak selalu ada setiap hari, ia mengaku pendapatan tambahan dari usaha tersebut cukup membantu kebutuhan keluarga.

Baca juga: 29 Eks Napiter dari 4 Provinsi Ikuti Pelatihan Teknisi AC di Padang, Densus 88 Gandeng Astra

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah dan berbagai pihak terkait, termasuk bantuan peralatan kerja sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan modal besar pada tahap awal.

"Kita hanya perlu modal kemauan. Setelah pelatihan juga masih dibina dan diawasi sehingga lebih percaya diri menjalankan usaha," ujarnya.

Bantu Reintegrasi Sosial Mantan Napiter

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri bersama PT Astra International Tbk menggelar pelatihan teknisi AC bagi 29 peserta yang terdiri dari mantan napiter, mantan jaringan terorisme, serta perwakilan organisasi keagamaan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, 2-6 Juni 2026, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Kementerian Sosial RI.

Kegiatan di Padang menjadi pelaksanaan ketujuh setelah sebelumnya digelar di Bogor, Solo, Makassar, Palembang, dan Banten.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya deradikalisasi melalui pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi guna mendukung reintegrasi sosial mantan napiter ke tengah masyarakat.

Melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi, para peserta diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih baik, diterima kembali oleh lingkungan sosial, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.