TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA- Jembatan gantung sepanjang 46 meter rusak parah usai dihantam banjir luapan sungai di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (3/6/2026).
Akibatnya, sebanyak 100 jiwa warga setempat kesulitan beraktivitas imbas jembatan putus.
Dalam potongan video pendek tampak lantai jembatan bergoyang akibat terjangan banjir luapan sungai.
Baca juga: Kejagung Geledah Kantor BGN Setelah Dadan Hindayana Dicopot
Baca juga: Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Kelas 9, Analisis Teks Diskusi Kesadaran Membayar Pajak
Terlihat juga batang kayu besar hanyut terbawa banjir lalu menghantam jembatan.
Mengakibatkan beberapa plat lantainya terlepas, hingga nyaris roboh.
“Ada sekitar 100 jiwa masyarakat yang kesulitan beraktivitas,” kata Kepala Desa Indobanua, Dullam kepada wartawan.
Dia menyebut terjangan banjir yang merusak jembatan di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, terjadi pada Senin (1/6/2026) kemarin.
Banjir dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah ini selama satu pekan terakhir.
Dullam menyebut banjir tidak hanya menyebabkan lantai jembatan terbuat dari plat baja terlepas.
Tetapi juga mengancam konstruksi utama jembatan.
Sebab, tiang beton penopang tali mengalami kemiringan dan berpotensi roboh usai dihantam banjir
“Ada sekitar 15 meter lantainya yang terlepas, tiangnya juga miring terancam roboh,” tuturnya.
Menurutnya, jembatan yang rusak hubungkan Dusun Palado dan Dusun Indobanua.
Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat Dusun Palado jika menuju ke desa maupun ke kota.
Diakui, jembatan tersebut sebenarnya baru saja diperbaiki setelah mengalami kerusakan akibat banjir sekitar dua pekan lalu.
Saat itu, lantai jembatan yang rusak diperbaiki menggunakan material kayu.
Dullam berharap pemerintah melalui dinas terkait segera turun tangan membenahi jembatan tersebut.
Terlebih, keberadaan jembatan itu sangat penting untuk menunjang aktivitas warga.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli