Jelang Piala Dunia 2026, Penjahit Bendera di Pambusuang Polman Kebanjiran Pesanan dari Pecinta Bola
Nurhadi Hasbi June 03, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Penjahit bendera bernama Naharullah di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kebanjiran pesanan menjelang Piala Dunia 2026.

Pria yang tinggal di depan Pasar Pambusuang, dekat gerbang Kampung Bola itu, mengaku menerima banyak pesanan bendera negara peserta Piala Dunia.

Sejak beberapa hari terakhir, warga terus berdatangan ke rumah usahanya untuk memesan bendera negara yang mereka dukung.

Naharullah tampak sibuk melayani pesanan sekaligus menyelesaikan jahitan bendera berbagai ukuran.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulbar, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Mamuju Majene

Baca juga: Usai Dicopot, Eks Kepala BGN Dadan Hidayana Dikabarkan Dijemput Kejagung Subuh Hari

Dari Nelayan hingga Jadi Penjahit Bendera

Naharullah mengaku awalnya berprofesi sebagai nelayan.

Ia kemudian memanfaatkan keahliannya menjahit bendera kapal untuk membuka usaha jahit bendera.

Karena tinggal di lingkungan yang dikenal sebagai kampung pencinta sepak bola, warga kerap memesan bendera kepadanya.

Dari situlah usaha jahit bendera yang dirintisnya terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Di rumah usahanya kini terpajang puluhan bendera negara peserta Piala Dunia 2026 dengan berbagai ukuran.

Mulai dari bendera Brasil, Spanyol, Jepang, Belgia, Prancis, Argentina hingga Jerman.

Untuk bendera ukuran dua meter, Naharullah mematok harga mulai Rp 80 ribu hingga Rp 130 ribu, tergantung tingkat kerumitan pengerjaan.

"Sudah banyak permintaan. Selain jersey, paling banyak pemesanan bendera negara peserta Piala Dunia," kata Naharullah kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Dalam sehari, ia mampu menyelesaikan dua hingga empat bendera, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan jahitan.

Menurutnya, bendera Brasil menjadi salah satu yang paling sulit dikerjakan karena memiliki detail yang lebih rumit dibanding bendera negara lain.

"Yang paling susah dijahit itu bendera Brasil, makanya harganya agak mahal," ujarnya.

Meski demikian, pria yang mengaku menjagokan Tim Nasional Prancis itu tetap menikmati pekerjaannya.

Ia mengatakan banyak warga mulai memasang bendera negara favorit mereka di depan rumah masing-masing.

Termasuk di kawasan Kampung Bola Pambusuang yang kini mulai berbenah menyambut perhelatan Piala Dunia 2026.

Untuk diketahui, Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 negara dan berlangsung mulai 12 Juni hingga 20 Juli 2026.

Sebanyak 104 pertandingan akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Di Indonesia, seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 akan disiarkan oleh TVRI sebagai pemegang hak siar. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.