Viral Seorang Ayah Bersujud Sambil Menangis Usai Putranya Kedapatan Ciuman dengan Pria di Kampus PNJ
Hironimus Rama June 03, 2026 04:16 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI – Jagat media sosial mendadak digegerkan oleh video asusila sesama jenis yang terjadi di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat.

Kasus dugaan tindakan tidak pantas ini terjadi di area selasar perpustakaan kampus pada Selasa (2/6/2026) siang dan langsung memicu reaksi keras dari pihak akademika.

Di tengah kecaman publik, sebuah momen pilu sekaligus dramatis terekam kamera. Ayah dari mahasiswa yang terlibat nekat mendatangi kampus demi menebus kesalahan anaknya.

Baca juga: Heboh, 2 Mahasiswa Berbuat Mesum Sesama Jenis di Area Perpustakaan PNJ Kampus Depok

Sambil menggendong ransel besar, sang ayah berdiri di atas panggung di hadapan ratusan mahasiswa untuk meminta maaf.

"Saya memohon maaf dengan institusi ini, saya memohon maaf dengan teman-teman semua di sini," ucap pria tersebut dengan suara bergetar.

Tak lama setelah mengucapkan kalimat tersebut, sang ayah langsung bersujud di lantai. Aksi spontan itu membuat ratusan mahasiswa yang hadir histeris dan langsung berusaha menenangkan pria paruh baya tersebut.

"Pak sudah pak, yang salah anaknya," teriak salah satu mahasiswa di lokasi.

Kronologi Kejadian dan Identitas Pelaku

Aksi senonoh itu pertama kali mencuat setelah video rekaman kedua pelaku sedang bermesraan dan berciuman di perpustakaan tersebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak satu orang mengenakan rompi dan satu lainnya mengenakan kemeja, yang diduga kuat merupakan pasangan kekasih LGBT.

Pihak humas PNJ telah mengonfirmasi bahwa salah satu dari pelaku merupakan mahasiswa aktif di kampus mereka, sementara satu orang lainnya adalah orang luar.

Humas PNJ memaparkan bahwa mahasiswa yang terlibat merupakan mahasiswa semester dua berinisial AZ (atau dalam rilis lain disebut ARM) dari Program Studi Administrasi Niaga angkatan 2025. Sementara itu, pria yang bersamanya diketahui berinisial AW, pihak dari luar kampus.

Kampus Tegaskan Sanksi Terberat: Drop Out (DO)!

Merespons kejadian mencoreng ini, pihak manajemen PNJ menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran norma, tata tertib, dan etika akademik di lingkungan kampus.

Humas PNJ, Soraya Aldina (Dhika), memastikan proses pemeriksaan internal awal telah diselesaikan dan akan menjadi dasar penentuan nasib sang mahasiswa ke depan.

“Itu memang benar terjadi di lingkungan kampus. Sanksi paling berat itu tentu ada, bisa dikeluarkan (pemberhentian sebagai mahasiswa PNJ), tapi untuk keputusan akhir kita akan telaah lagi aturan-aturannya seperti apa,” tegasnya.

Gelombang protes juga datang dari internal organisasi mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ langsung mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang ditandatangani oleh Ketua BEM PNJ, Muhammad Farrel Adyatma Izaaz.

"Menanggapi isu yang sedang terjadi dan berkembang di lingkungan kampus, BEM PNJ menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terhadap norma, tata tertib, kode etik, dan ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus harus disikapi secara serius dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," tulis pernyataan resmi BEM PNJ.

BEM PNJ juga mengimbau seluruh mahasiswa untuk menjadikan insiden kelam ini sebagai tamparan sekaligus pelajaran bersama agar senantiasa menjaga nama baik institusi serta menjaga moralitas di lingkungan pendidikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.