Di Solo, Jokowi Blak-blakkan Sebut Nadiem Orang Baik Pasca Namanya Muncul di Pledoi Kasus Chromebook
Vincentius Jyestha Candraditya June 03, 2026 05:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan penghormatan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pledoi kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Selasa (2/6).

Menanggapi hal itu, Jokowi menyebut Nadiem sebagai sosok yang baik dan meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang berjalan.

Baca juga: Megawati Hingga JK Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Jokowi Tetap di Solo Gegara Ini!

Dalam pledoinya, Nadiem menyinggung program digitalisasi pendidikan yang kini menjadi bagian dari perkara hukum yang menjeratnya.

Ia menyebut kebijakan tersebut dijalankan sebagai bentuk pelaksanaan mandat dari Presiden saat itu, Jokowi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Jokowi mengaku seluruh program kementerian memang merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat yang dipimpin presiden.

“Yang saya tahu Pak Menteri Nadiem Makarim orang baik. Ya itu proses hukum,” jelas Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: 2 Tahun Berturut-turut, Gibran Kirim Sapi Kurban ke Ponpes di Sukoharjo, Lanjutkan Tradisi Jokowi

Jokowi juga menegaskan bahwa program-program kementerian pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diarahkan presiden.

“Ya semua kebijakan semua program semuanya dari presiden,” terangnya.

Dituntut 18 Tahun Bui

Seperti diketahui, Nadiem Makarim saat ini menghadapi tuntutan 18 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan nasional.

Dalam dakwaan jaksa, Nadiem dianggap memiliki konflik kepentingan dalam pengadaan tersebut.

Ia juga dinilai melakukan malpraktik birokrasi dalam pelaksanaan program hingga menyebabkan kerugian negara.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyeret program digitalisasi pendidikan yang sempat menjadi salah satu program prioritas pemerintah saat pandemi Covid-19 berlangsung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.