Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, NANGGUNG - Suasana khidmat upacara peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor berubah mencekam.
Sekelompok orang menggunakan mobil double cabin dan bersenjata laras panjang tiba-tiba memasuki lokasi upacara di Lapangan Citalahab.
Kelompok tersebut kemudian membajak kendaraan bus dan berhenti tepat di depan tempat VIP yang di dalamnya terdapat pejabat daerah termasuk Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
Dengan wajah tertutup dan menenteng senjata sambil menembakannya ke arah atas, kelompok tersebut kemudian memberikan ancaman kepada tamu undangan agar tidak bergerak dan tidak melawan.
Tak berhenti sampai di situ, kelompok bersenjata tersebut juga menyandera sejumlah orang dan dibawa menggunakan kendaraan double cabin.
Di tengah situasi yang mencekam tersebut, aparat menggunakan kendaraan taktis dengan kecepatan tinggi memasuki area lapangan mengejar kelompok bersenjata tersebut.
Dalam pengejaran yang dilakukan, aparat berpakaian serba hitam dan juga dilengkapi senjata tersebut berhasil menghentikan bus yang dibajak.
Baku tembak pun tak terhindarkan karena kedua belah pihak sama-sama memegang senjata dan suara ledakan terjadi beberapa kali.
Dengan gerak cepat dan penuh perhitungan, aparat memecahkan kaca samping dan pelaku dapat dilumpuhkan.
Tak hanya itu, aparat juga menggerebek pos dari kelompok tersebut dan berhasil membebaskan para sandera.
Setelah operasi penyelamatan berhasil, aparat tersebut berhenti di tengah lapangan lalu mengibarkan banner berukuran besar bertuliskan Hari Jadi Bogor.
Rupanya, penyergapan tersebut merupakan simulasi penanganan pembebasan sandera yang dilakukan oleh Batalyon 13 Grup 1 Kopasus.
Kegiatan tersebut mengisahkan tentang pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok separatis bernama Kujang Merdeka.
Demonstrasi yang sempurna itupun membuat penonton terpukau sekaligus deg-degan karena berjalan seperti kenyataan.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan instansi vertikal.
"Pada saat momentum hari ini apa yang ada di wilayah Desa Malasari kita ajak berkolaborasi bersama," ujarnya, Rabu (3/6/2026).