Pasien DBD dan Malaria di Rohil Melonjak, Kamar Rawat Inap di RSUD dr Pratomo Penuh
Ariestia June 03, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pratomo meningkat drastis.

Kondisi ini mengakibatkan kamar rawat inap di RSUD milik pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) penuh. 

Bahkan seorang keluarga pasien mengaku harus menunggu satu malam di Unit Gawat Darurat (UGD) untuk bisa masuk kamar rawat inap. 

Jefri Barus, KTU RSUD Dr Pratomo ketika diwawancara Tribunpekanbaru.com membenarkan kondisi tersebut.

Ia mengatakan bahwa 114 tempat tidur yang tersedia di RSUD Dr Pratomo sudah terpakai semua. 

"Tempat tidur yang terpakai di RSUD Dr  Pratomo saat ini sudah 100 persen," ujarnya, Rabu (3/6/2026). 

Ia mengatakan dominan pasien yang dirawat adalah pasien DBD dan Malaria.

"Karena ini memang musimnya, jadi nyamuk banyak," ujarnya. 

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa saat ini sebagian pasien yang dirawat masih menunggu izin dari dokter yang merawat agar bisa pulang. 

Soal kondisi ini dikeluhkan oleh salah satu keluarga pasien, Julius.

"Adik saya sejak malam tadi dirawat di UGD karena digigit ular, tapi sampai sore tadi masih belum dapat kamar," ujarnya. 

Terkait kasus DBD dan Malaria di Rohil juga mendapat perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rohil.

Ketua Komisi D DPRD, Purnomo saat rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohil menegaskan soal kasus DBD yang meningkat. 

Ia meminta Dinkes melakukan penataan kembali distribusi tenaga dokter di puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Rohil agar pelayanan kesehatan, khususnya upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit, dapat berjalan lebih optimal.

"Masalah DBD juga menjadi perhatian kami. Penataan dokter di puskesmas perlu dievaluasi kembali sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan dini, dapat lebih maksimal," kata Purnomo. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.