Bertambah Satu Lagi, Total 10 Jemaah Haji Riau Wafat, Tiga di Antaranya Asal Kampar
Ariestia June 03, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah jemaah haji asal Riau yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali bertambah. 

Hingga Rabu (3/6/2026), tercatat sebanyak 10 jemaah haji Riau wafat. Terbaru jamaah asal Kampar, Muhammad Amin Kiran, yang tergabung dalam Kloter BTH 10.

Muhammad Amin Kiran meninggal dunia di pemondokan jemaah, Hotel Snood Aljawwara, Makkah, pada Rabu pagi pukul 08.34 Waktu Arab Saudi (WAS).

Almarhum berasal dari Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon mengungkapkan, almarhum memiliki riwayat penyakit sesak napas, diabetes melitus, dan hipertensi. Meski demikian, seluruh rangkaian utama ibadah haji telah berhasil ditunaikannya.

"Seluruh rukun dan wajib haji sudah tuntas dilaksanakan kecuali Tawaf Wada'. Rencananya Tawaf Wada' akan dilaksanakan dua hari sebelum kepulangan ke Tanah Air," katanya, Rabu (3/6/2026).

Defizon menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah tersebut. Ia menegaskan, secara syariat ibadah haji almarhum telah sempurna karena seluruh rukun dan wajib haji telah ditunaikan.

"Jemaah yang wafat setelah pelaksanaan puncak haji dan telah menyelesaikan seluruh rukun serta wajib haji, maka prosesi ibadah hajinya telah sempurna. Pemerintah juga akan tetap memproses dan menyelesaikan seluruh hak-hak yang menjadi hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Defizon.

Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj Riau, dari 10 jemaah yang meninggal dunia, tujuh orang wafat di Arab Saudi, dua orang meninggal di Batam, dan satu orang meninggal di daerah asal sebelum keberangkatan.

Kabupaten Kampar menjadi daerah dengan jumlah jemaah wafat terbanyak, yakni tiga orang. Selain Muhammad Amin Kiran, dua jemaah asal Kampar lainnya yang meninggal dunia adalah Dawanus Mahmud Muhammad dan Halimah Abu Amar.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Halimah Abu Amar yang berasal dari Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, meninggal dunia di RS King Faisal, Makkah, setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji.

Sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga jemaah, Defizon bersama rombongan juga telah melakukan takziah ke rumah duka Halimah Abu Amar. 

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan seluruh hak almarhumah, termasuk manfaat asuransi dan air zamzam, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami hadir untuk memastikan keluarga mendapatkan informasi yang jelas terkait hak-hak almarhumah. Insya Allah, hak berupa manfaat asuransi dan air zamzam akan diproses sesuai prosedur yang berlaku," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.