TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden Prabowo Subianto turut mencopot Irjen (Purn.) Sony Sonjaya dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelumnya, struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi dirombak total oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026) malam.
Tiga pimpinan BGN, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung dicopot dari jabatannya.
Mereka digantikan oleh Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, serta Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN.
Terkait pencopotan ini, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto ingin tidak ada korupsi hingga penyimpangan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Prabowo ingin setiap anggaran negara yang dikeluarkan untuk program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan menguntungkan kelompok tertentu.
Baca juga: Respons Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ucapkan Selamat: Presiden Tahu yang Terbaik
Dikutip dari laman resmi BGN, Sony Sonjaya lahir di Bandung pada 20 Oktober 1967.
Sony Sonjaya merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri berpangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi.
Sony merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.
Ia dikenal sebagai polisi berpengalaman dalam bidang penegakan hukum, manajemen organisasi, dan kepemimpinan strategis.
Selama bertugas di Korps Bhayangkara, Sony pernah menduduki sejumlah jabatan, antara lain, sebagai Kapolres Majalengka dan Kapolres Bandung pada tahun 2011.
Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (2012), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh (2020), Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh (2021), hingga Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri (2022).
Sony Sonjaya mulai menjabat sebagai Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.
Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.
Sony Sonjaya juga pernah memegang peran krusial sebagai Ketua Tim Verifikasi Badan Gizi Nasional.
Selain itu, ia juga bertanggung jawab melakukan pengawasan langsung terhadap kesiapan operasional di lapangan.
Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakil kepala BGN, Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang untuk menjadi Kepala BGN.
Nanik akan didampingi dua wakil kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Baca juga: Sosok Mayjen Trenggono Ditunjuk Prabowo Jadi Wakil Kepala BGN Baru, Eks Dirum Akmil Magelang
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan ini diambil Prabowo setelah memonitor dan mengevaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir.
"Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Dia berbicara perihal dugaan jual beli titik dapur SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah fasilitas pengolahan makanan di bawah naungan BGN yang didirikan untuk memproduksi dan mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.
Prasetyo menegaskan bahwa saat ini sedang dilakukan audit internal di BGN mengenai dugaan jual beli titik dapur MBG.
“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo pemerintah ingin BGN selalu menjalankan tugas dan fungsi sebaik mungkin.
Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan bersih-bersih di instansi baru yang memegang program strategis nasional.
Kepala Negara secara resmi mencopot Irjen (Purn.) Sony Sonjaya dari posisinya di Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto ingin tidak ada korupsi hingga penyimpangan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Dudung menekankan, Prabowo ingin setiap anggaran negara yang dikeluarkan untuk program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan menguntungkan kelompok tertentu.
"Keinginan Bapak Presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal, tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul Bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat," ucap Dudung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dilansir dari Kompas.com.
Dudung mengatakan Presiden RI juga ingin Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul dengan adanya program MBG.
Oleh karena itu, Dudung menilai perombakan pimpinan BGN sebagai langkah yang tepat untuk mengikuti keinginan Prabowo.
"Sehingga langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan ke depannya sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.
Dudung juga meyakini, Prabowo punya pertimbangan dan mendapat banyak masukan sebelum mengganti pimpinan di BGN.
"Saya rasa itu presiden, saya yakin bapak presiden sudah mendapat masukan-masukan," ujar dia.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com