SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Jawa Timur (Jatim), sekaligus Kandidat Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menegaskan pentingnya pelaksanaan Muktamar PBNU yang mandiri dan bebas dari intervensi pihak manapun.
Ia menekankan, bahwa kemandirian tersebut harus mencakup seluruh aspek, mulai dari pembiayaan hingga penyelenggaraan acara.
“Muktamar harus mandiri dan independen. Mandiri dalam pembiayaan dalam perhelatan dan independen dari intervensi siapa pun, khususnya eksternal,” kata Gus Salam di Surabaya, Rabu (3/6/2025).
Gus Salam menilai, Muktamar PBNU yang mandiri akan menghasilkan proses pemilihan yang lebih bersih, transparan dan berintegritas.
Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga soliditas internal organisasi, serta memastikan kepemimpinan yang terpilih benar-benar mewakili kebutuhan jam’iyah.
Ia juga menegaskan, bahwa kemandirian dalam pelaksanaan Muktamar bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan oleh warga Nahdlatul Ulama.
Gus Salam mencontohkan pengalaman sebelumnya, ketika ia bersama sejumlah pihak berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp4 miliar dari kalangan nahdliyin di Jawa Timur untuk mendukung kegiatan PBNU menjelang Muktamar di Lampung.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kemandirian di lingkungan NU sangat kuat.
“Dalam waktu satu bulan bisa terkumpul sekitar Rp4 miliar,” ujarnya.
Gus Salam juga menyebut adanya dukungan dari sejumlah pesantren di Jawa Timur yang siap menjadi tuan rumah Muktamar PBNU.
Di antaranya adalah:
Kesiapan tersebut, dinilai menunjukkan besarnya partisipasi dan antusiasme warga NU dalam menyukseskan agenda lima tahunan tersebut.
Menurut Gus Salam, kemandirian juga perlu mencakup aspek akomodasi peserta Muktamar agar tidak bergantung pada pihak tertentu. Hal ini dinilai penting untuk menghindari potensi intervensi dalam proses organisasi.
Ia menilai, dengan sistem yang mandiri, ide dan gagasan yang muncul dalam Muktamar akan lebih murni dan sesuai kebutuhan jam’iyah.
Lebih jauh, Gus Salam mengingatkan pentingnya menurunkan ego masing-masing pihak di internal PBNU, agar Muktamar dapat berjalan efektif dan kondusif.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan solidaritas dalam penentuan berbagai aspek teknis, termasuk lokasi pelaksanaan Muktamar.
“Maka harapan kami PBNU mau lebih mengedepankan kepentingan jam’iyah daripada kepentingan pribadi,” tegasnya.