PROHABA.CO, BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Aceh pada Rabu (3/6/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Jamal, mengatakan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan yang menjadi jalur aktivitas nelayan maupun transportasi laut.
“Potensi gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara Pidie Jaya–Aceh Besar, Perairan Aceh Barat Daya–Simeulue, Perairan Aceh Singkil–Pulau Banyak, Perairan Selatan Simeulue, Perairan Sabang–Banda Aceh, serta Perairan Aceh Besar–Meulaboh,” kata Jamal, Selasa (2/6/2026).
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktifnya fenomena Rossby Ekuatorial serta adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas cuaca di sejumlah wilayah perairan.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di kawasan perairan Barat Sumatera turut mendukung peningkatan penguapan dan kandungan uap air di atmosfer.
Faktor tersebut menjadi salah satu pemicu terbentuknya cuaca yang dapat memengaruhi kondisi gelombang laut.
Baca juga: BMKG Prediksi Angin Kencang Melanda Aceh Hingga Agustus 2025
Baca juga: Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Kejagung, Kantor BGN Digeledah dan Dijaga Ketat
Dalam laporan yang dirilis BMKG, pola angin di wilayah perairan Aceh umumnya bergerak dari arah barat daya hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 36 knot.
Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di Perairan Sabang–Banda Aceh dan Perairan Aceh Besar–Meulaboh.
BMKG juga mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Perahu nelayan berpotensi mengalami gangguan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang berisiko apabila beroperasi pada kondisi angin 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Karena itu, nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca serta informasi maritim terbaru yang dikeluarkan BMKG.
Langkah antisipasi dinilai penting guna mengurangi risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk maupun gelombang tinggi.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan, terutama bagi pengguna transportasi laut yang melintasi wilayah perairan dengan potensi gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
(Serambinew.com/Rianza Alfandi)
Baca juga: Waspada! Cuaca Ekstrem di Aceh, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Beberapa Hari ke Depan
Baca juga: Lantai Jembatan Bailey Kutablang Bireuen Patah, Jalur Banda Aceh–Medan Sempat Lumpuh
Baca juga: Warga Gerebek Pasangan Nonmahram Diduga Berkhalwat di Rusunawa Banda Aceh