Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma
Rezi Azwar June 03, 2026 06:48 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebuah insiden mengerikan yang terjadi di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) menyisakan cerita mencekam dari para mahasiswa yang berada di lokasi kejadian.

Peristiwa peluru nyasar yang tiba-tiba datang tersebut seketika mengubah suasana sore yang tenang menjadi penuh kepanikan massal.

Detik-detik menegangkan itu disaksikan langsung oleh sejumlah mahasiswa yang saat itu tengah beraktivitas di halaman Gedung Rektorat UNP.

Akibatnya, beberapa mahasiswa masih merasa khawatir atas insiden tersebut.

Diketahui bahwa, insiden peluru nyasar misterius yang melukai dua orang di halaman gedung Rektorat UNP pada Selasa kemarin, menyisakan ketakutan massal di kalangan mahasiswa.

Ruang terbuka yang biasanya ramai dipadati mahasiswa untuk berdiskusi dan berfoto usai seminar proposal, mendadak lengang drastis akibat kekhawatiran kolektif bahwa peristiwa mengerikan tersebut bisa saja terulang kembali.

Baca juga: Detik-detik Peluru Nyasar di UNP, Siti Saksikan Korban Bersimbah Darah dan Terjadi Kepanikan Massal

Najla, seorang mahasiswa UNP, mengekspresikan kekhawatirannya bahwa peristiwa mengerikan seperti ini bisa saja terulang kembali di masa depan.

Rasa takut ini dinilai sangat beralasan mengingat halaman Gedung Rektorat merupakan salah satu pusat aktivitas ruang terbuka bagi para mahasiswa.

"Soalnya halaman rektorat ini sering sekali dikunjungi oleh mahasiswa, baik untuk sekadar diskusi kelompok, nongkrong, maupun berfoto-foto," kata Najla.

Halaman ini juga biasanya menjadi spot favorit bagi mahasiswa yang baru saja menyelesaikan ujian Seminar Proposal (Sempro) maupun sidang komprehensif.

Ketakutan yang melanda civitas akademika ini pun berdampak langsung pada dinamika dan aktivitas harian di lingkungan kampus UNP.

Seorang mahasiswa lainnya bernama Tania, menyebutkan bahwa insiden peluru nyasar ini sukses membuat atmosfer halaman rektorat berubah drastis menjadi agak sepi.

Baca juga: Usai Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Orang di UNP, Tim Gabungan TNI dan Polri Gelar Olah TKP

Kondisi ini sangat berbanding terbalik jika dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.

Menurut Tania, penurunan jumlah mahasiswa yang beraktivitas di luar ruangan ini dipicu oleh kecemasan kolektif yang sedang melanda kampus.

"Mungkin karena kejadian kemarin, lalu banyak mahasiswa yang takut keluar dan khawatir menjadi korban peluru nyasar berikutnya," pungkas Tania.

Senada, mahasiswa UNP bernama Siti, mengaku masih dibayangi rasa trauma dan cemas yang mendalam jika harus berlama-lama di halaman rektorat.

"Saat ini pun saya sebenarnya merasa cemas main di halaman rektorat ini. Sekarang karena ada tugas saja makanya terpaksa ke sini lagi," keluhnya.

Detik-detik Peluru Nyasar Lukai 2 Orang di UNP

PELURU NYASAR- Suasana halaman rektorat UNP saat dikunjungi, Rabu (3/6/2026). Berdasarkan pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 16.11 WIB, area yang biasanya ramai dipadati mahasiswa tersebut kini terlihat sepi dan lengang.
PELURU NYASAR- Suasana halaman rektorat UNP saat dikunjungi, Rabu (3/6/2026). Berdasarkan pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 16.11 WIB, area yang biasanya ramai dipadati mahasiswa tersebut kini terlihat sepi dan lengang. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Siti menceritakan bagaimana awal mula situasi mencekam itu terjadi pada Selasa kemarin.

Menurut Siti, saat itu dirinya bersama beberapa rekan kuliahnya sedang berada di halaman rektorat untuk menyelesaikan tugas akademik.

Mereka tengah fokus merekam dan membuat tugas video, tanpa menyadari bahaya besar sedang mengintai di sekitar mereka.

"Kemarin saat kejadian peluru nyasar, saya memang sedang ada di lokasi bersama teman-teman untuk membuat tugas video," ungkap Siti saat ditemui TribunPadang.com, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Imbas Banjir Bandang di Batu Busuk Padang: Bisnis Kos-kosan Sepi, Penghuni Pilih Pindah Usai Bencana

Namun, di tengah keasyikan menggarap tugas kelompok tersebut, ketenangan mereka mendadak pecah oleh suara yang mengejutkan.

Siti mengaku tiba-tiba mendengar suara tangisan histeris dari seorang mahasiswi yang berada tidak jauh dari posisinya.

Suara jeritan dan tangis perempuan itu langsung menyita perhatian mahasiswa lain yang sedang berada di halaman rektorat.

"Saat itu situasi berubah sangat cepat. Ada seorang perempuan yang menangis," kenang Siti.

Rasa penasaran Siti dan mahasiswa lainnya berubah menjadi pemandangan yang amat mengerikan dalam hitungan detik.

Ia melihat seorang laki-laki yang tampak menahan sakit luar biasa dengan kondisi fisik yang mengenaskan.

Saat diperhatikan lebih dekat, tangan pemuda tersebut sudah terluka parah dan mengeluarkan banyak darah.

Baca juga: Tekad Korban Banjir Bandang di Padang: Enggan Berharap Bantuan, Pilih Buka Warung Sambung Hidup

"Ternyata ada cowok yang tangannya sudah berdarah-darah, ternyata kena peluru," jelas Siti.

Seketika itu juga, kepanikan luar biasa langsung melanda seluruh area halaman Gedung Rektorat UNP.

Melihat ada korban yang bersimbah darah akibat hantaman peluru, para mahasiswa yang ada di lokasi langsung diselimuti rasa takut.

Suasana yang awalnya rileks untuk berdiskusi kelompok mendadak berubah drastis menjadi riuh dan menegangkan.

Banyak mahasiswa yang kebingungan dan berhamburan mencari tempat aman karena takut.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Fara, rekan kuliah Siti yang juga berada di lokasi yang sama saat insiden berdarah itu pecah.

Fara menuturkan bahwa kondisi luka tembak yang diderita oleh korban laki-laki tersebut memang cukup parah.

Baca juga: Kuasa Hukum Wanda Kecewa Vonis Mati: Kalau Fakta Persidangan Dikesampingkan, Untuk Apa Ada Sidang

Ia melihat sendiri bagaimana darah terus mengucur deras dari area tangan korban yang terkena peluru nyasar misterius itu.

"Saat itu saya sudah melihat sendiri kondisi darah dari tangan cowok yang kena tembak tersebut," kata Fara dengan raut wajah ngeri.

Melihat kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis secepatnya, pihak di lokasi segera bergegas mencari bantuan.

Tidak lama kemudian, sebuah mobil ambulans datang membelah kepanikan mahasiswa di halaman rektorat untuk mengevakuasi korban.

Mahasiswa yang terluka parah di tangannya itu langsung digotong masuk ke dalam mobil ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Setelah itu, korban langsung dibawa dengan ambulans untuk mendapatkan perawatan," pungkas Fara.

Diduga Berasal dari Lapangan Latihan Tembak TNI Kawasan Lapai

PELURU NYASAR -  Kasus peluru nyasar UNP diduga berasal dari latihan tembak menggunakan senjata laras panjang milik personel TNI yang berlangsung sekitar 800 meter dari Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026).
PELURU NYASAR - Kasus peluru nyasar UNP diduga berasal dari latihan tembak menggunakan senjata laras panjang milik personel TNI yang berlangsung sekitar 800 meter dari Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026). (TribunPadang.com/Ist)

Kapendam I/Bukit Barisan, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya insiden dugaan peluru nyasar yang mengakibatkan dua orang terluka di kawasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026).

Meski demikian, pihaknya masih melakukan investigasi untuk memastikan asal peluru yang mengenai kedua korban tersebut.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa peluru diduga berasal dari lokasi latihan tembak TNI di Kelurahan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar.

"Memang benar ada kejadian atau insiden yang menyebabkan dua saudara kita terkena peluru nyasar. Namun, belum bisa dipastikan apakah peluru tersebut berasal dari anggota Kodam yang sedang melaksanakan latihan atau bukan," kata Letkol Kav Taufiq kepada wartawan, Selasa (2/6/2026) malam.

Ia menjelaskan, pada saat kejadian memang terdapat kegiatan latihan tembak yang dilakukan personel Batalyon DTP Singgalang di lapangan tembak kawasan Lapai. 

Baca juga: Dua Orang Kena Peluru Nyasar di UNP Padang, Mahasiswi FIS Jalani Operasi Paha

Latihan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan menggunakan senjata laras panjang. 

Lokasi latihan tersebut berjarak sekitar 800 meter dari Kampus UNP.

"Saat ini tengah dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran dari kejadian tersebut," ujarnya.

Menurut Taufiq, hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

"Nanti kalau investigasi sudah selesai, kami akan menyampaikan informasi lengkap terkait kejadian ini," katanya.

Selain melakukan penyelidikan, pihak Kodam juga fokus pada penanganan kedua korban yang diduga terkena peluru nyasar.

Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini Dominan Berawan, Bukittinggi 19 Derajat, Sawahlunto Capai 31 Derajat

"Untuk korban saat ini sudah dalam penanganan. Salah satu korban menjalani operasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.

Ia menyebut kedua korban mengalami luka pada bagian tangan dan paha.

"Kedua korban sudah dalam penanganan. Kami melakukan seluruh prosedur yang ada dan seluruh biaya pengobatan ditanggung," jelasnya.

PELURU NYASAR- Sejumlah mahasiswa berkumpul di kawasan alun-alun depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026), sesaat setelah insiden yang diduga akibat peluru nyasar. Dalam kejadian tersebut, seorang mahasiswi dan seorang warga sipil mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
PELURU NYASAR- Sejumlah mahasiswa berkumpul di kawasan alun-alun depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026), sesaat setelah insiden yang diduga akibat peluru nyasar. Dalam kejadian tersebut, seorang mahasiswi dan seorang warga sipil mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. (Istimewa/WAG BPC)

Dua Korban Terluka

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka tembak. Salah satunya merupakan mahasiswi UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.

"Dari kedua korban tersebut, salah satunya merupakan mahasiswa UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP," kata Erianjoni kepada TribunPadang.com, Rabu (3/6/2026).

Sementara satu korban lainnya bernama Guruh Guino yang merupakan warga umum dan bukan mahasiswa UNP.

"Satu korban lainnya bernama Guruh Guino. Dia bukan mahasiswa UNP, melainkan teman dari salah seorang mahasiswa UNP," ujarnya.

Erianjoni menjelaskan, saat insiden terjadi kedua korban tengah duduk bersama sejumlah rekannya di alun-alun depan Rektorat UNP.

Baca juga: Bukan Pengintaian, GM BIM Soal Pesawat Militer Amerika di Langit Sumbar: Pengujian Usai Perbaikan

"Saat itu mereka sedang duduk bersama teman-temannya sebelum insiden tersebut terjadi," jelasnya.

Akibat luka yang dialami, Nova Wirantika harus menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya.

"Nova harus menjalani operasi tadi malam karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya di RS Hermina," ungkap Erianjoni.

Sementara itu, Guruh Guino telah mendapatkan penanganan medis dan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk menjalani proses pemulihan.

"Sementara korban Guruh Guino telah ditangani oleh tim medis dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang," katanya.

Terkait sumber peluru yang mengenai kedua korban, Erianjoni menyebut pihaknya memperkirakan proyektil tersebut berasal dari lokasi latihan tembak TNI di Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar.

Menurutnya, sesaat setelah kejadian, Rektor UNP Krismadinata yang berada di sekitar lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Baca juga: Hendak ke Ladang, Warga Akabiluru Limapuluh Kota Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon

Rektor UNP menghubungi Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Batalyon 133/Yudha Sakti, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), serta Polsek Padang Utara guna mengoordinasikan penanganan insiden tersebut.

Di saat yang sama, tim medis UNP langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit menggunakan ambulans kampus untuk mendapatkan penanganan medis.

"Pak Rektor langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, sementara tim medis UNP segera membawa korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk mendapatkan penanganan segera," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.