Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Kejagung, Kantor BGN Digeledah dan Dijaga Ketat
Muliadi Gani June 03, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan menjemput mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Tak hanya melakukan penjemputan, pihak Kejagung juga bergerak cepat menggeledah kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) yang terletak di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu pagi.

Ketiganya disebut dibawa oleh penyidik untuk dimintai keterangan terkait perkara yang saat ini tengah didalami oleh Korps Adhyaksa.

Kabar penjemputan itu mencuat hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional.

Pada Selasa (2/6/2026) malam, Presiden resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN bersama dua wakilnya.

Sebagai pengganti, pemerintah menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Baca juga: Usai Dadan Hindayana Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN Terkait Dugaan Skandal SPPG

Penggeledahan

Di tengah beredarnya informasi penjemputan tersebut, Kejaksaan Agung juga mengonfirmasi adanya penggeledahan di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional pada hari yang sama. 

Penggeledahan dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Meski membenarkan adanya penggeledahan, pihak Kejagung belum mengungkap secara rinci perkara yang sedang ditangani maupun dokumen dan barang bukti yang menjadi target pencarian penyidik.

Berdasarkan informasi dari petugas keamanan yang bertugas di lokasi, tim penyidik Kejagung mulai tiba di Kantor BGN sekitar pukul 02.00 WIB.

Mereka datang menggunakan tiga kendaraan dan langsung memasuki area gedung untuk melakukan pemeriksaan.

“Kendaraan yang datang ada tiga di sana.

Kalau jumlah personelnya saya kurang tahu karena saya shift pagi,” ujar petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, penyidik langsung bergerak menuju ruang pimpinan BGN sesaat setelah tiba di lokasi.

Sejumlah area kantor kemudian disterilkan guna mendukung kelancaran proses penggeledahan.

Sterilisasi tersebut membuat aktivitas perkantoran menjadi terbatas.

Sejak dini hari, akses keluar masuk gedung diperketat dan hanya pihak tertentu yang diperbolehkan berada di area kantor.

Baca juga: Buaya Predator Muncul di Danau Cot Kala, Warga Pencari Ikan dan Kerang Dilanda Kekhawatiran

Pengamanan Ketat Libatkan TNI 

Petugas keamanan juga mengungkapkan bahwa pengamanan selama proses penggeledahan berlangsung dilakukan secara ketat.

Bahkan, menurutnya, terdapat personel TNI bersenjata lengkap yang ikut melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

“Ketat penjagaannya, dikawal sama anggota TNI bersenjata lengkap,” katanya.

Pengamanan berlapis tersebut membuat sejumlah area di lingkungan kantor BGN tidak dapat diakses secara bebas selama proses penyidikan berlangsung.

Ketika para pegawai mulai berdatangan pada pagi hari, mereka tidak diperkenankan masuk ke ruang kerja masing-masing.

Pegawai hanya diminta menunggu di area lobi maupun halaman kantor hingga proses penggeledahan selesai dilakukan.

“Tidak boleh ada yang naik, siapapun.

Nunggunya di bawah saja,” ujar petugas keamanan tersebut.

Sebagian pegawai dilaporkan memilih kembali pulang karena belum dapat mengakses ruang kerja mereka.

Hingga kini, Kejaksaan Agung masih terus melakukan pendalaman terkait perkara yang sedang ditangani.

Baca juga: Wabup Pidie Jaya Diduga Pukul Kepala SPPG-MBG Gegara Temukan Nasi Dingin

Baca juga: Wali Nanggroe dan Bupati Aceh Barat Akan Temui Prabowo untuk Bahas Kelanjutan RS Regional Meulaboh

Baca juga: MPU Aceh Imbau SPPG MBG dan Warung Patuhi Aturan Saat Ramadhan

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.