WARTAKOTALIVE.COM - Kecurigaan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa benar soal pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).
Pengadaan motor listrik tersebut ternyata sebagai cara para pejabat BGN untuk korupsi.
Hal itu terungkap setelah dua bulan kemudian pengadaan motor listrik BGN disorot masyarakat bahkan hingga Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.
Diketahui tiga pejabat BGN yakni Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Sony Sandjaya, dan Wakil Kepala BGN Letjen Lodewijk Pusung resmi menjadi tersangka kasus korupsi makan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (3/6/2026).
Ketiganya pun sudah ditahan oleh Kejaksaan Agung RI hingga 20 hari ke depan hingga berkas dilengkapi penyidik dan diserahkan ke pengadilan.
Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi mengungkapkan bukan hanya satu korupsi yang dilakukan ketiga pejabat BGN tersebut.
Beberapa celah korupsi dilakukan para pejabat BGN tersebut mulai dari mempermainkan verifikasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga pengadaan barang siluman.
Di mana pengadaan barang tersebut ternyata tidak dibutuhkan untuk kebutuhan program MBG.
Misalnya saja kata Syarief, salah satu pengadaan barang yang menjadi celah korupsi adalah pengadaan motor listrik yang sempat disorot masyarakat.
Sebanyak 21.801 unit sepeda motor listrik yang diadakan BGN ternyata merupakan akal bulus para tersangka untuk melakukan mark up di badan yang baru dibentuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto itu.
Selain motor listrik, tersangka juga melakukan pengadaan barang akal-bakalan seperti televisi, sepatu, hingga tablet.
Sebelumnya pengadaan motor listrik MBG sempat disinggung Purbaya.
Purbaya menjelaskan, 21.000 unit motor listrik berlogo BGN dibeli dengan memakai anggaran 2025.
Baca juga: Para Pejabat BGN Disoraki Saat Keluar dengan Tangan Terborgol
Pengadaan tersebut juga kata Purbaya tidak masuk ke dalam rancangan anggaran di tahun sebelumnya.
Purbaya pun mengakui bahwa pihaknya kecolongan dengan pengadaan barang siluman tersebut.
“Iya anggaran tahun lalu, tahun ini enggak ada. Kita pastikan enggak ada, tahun lalu. Waktu itu mungkin keburu lewat itu maka kita berhentiin," ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Kita baru tahu belakangan, sudah dipotong anggarannya kalau enggak salah, saya harus tanya dirjen anggaran lagi," sambungnya.
Menurut Purbaya, ketika dirinya tahu perihal anggaran pembelian motor listrik tersebut, dia langsung memotongnya.
"Ketika tahu, saya potong anggarannya," tegasnya.
Sehingga, pada tahun 2026 ini, Purbaya menegaskan BGN tidak memiliki anggaran untuk membeli motor listrik lagi.
"Ya kan (21.000 motor listrik pakai) anggaran tahun lalu, pasti sudah bayar mereka itu. Tanya saja ke Ketua BGN gimana statusnya," imbuh Purbaya.
Sebelumnya sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi perbincangan warganet.
Isu ini muncul ke permukaan usai sebuah video yang memperlihatkan puluhan unit sepeda motor listrik berlogo BGN viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @NOVIR007 pada Senin (6/4/2026), dinarasikan bahwa terdapat 70.000 unit sepeda motor khusus untuk wilayah Jawa Barat.