Piala Dunia 2026 diyakini akan menjadi panggung terakhir bagi Lionel Messi di ajang sepak bola terbesar di dunia.
Lionel Messi kembali dipercaya memimpin Tim Nasional Argentina pada turnamen tersebut.
Ajang ini akan menjadi penampilan keenam bagi La Pulga di kompetisi bergengsi garapan FIFA itu.
Dengan demikian, Messi akan sejajar dengan rival abadinya, Cristiano Ronaldo, serta penjaga gawang asal Meksiko, Guillermo Ochoa.
Tidak hanya mencatatkan rekor penampilan bersejarah, Messi juga tengah mempersiapkan diri untuk membantu Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Tim Tango sebelumnya sukses menyabet titel juara pada edisi 2022 setelah menaklukkan Prancis di partai final.
Selain itu, tampil di Benua Amerika Utara kali ini diyakini akan menjadi kesempatan terakhir Messi mengenakan seragam Argentina di ajang internasional.
Dengan usia yang telah menginjak 38 tahun, banyak pihak meyakini sang megabintang tak akan lama lagi menanggalkan jersei tim nasional.
Spekulasi mengenai waktu pensiun Lionel Messi pun kembali menjadi topik hangat.
Namun, hingga kini tidak ada yang tahu pasti kapan momen itu tiba, kecuali sang kapten Inter Miami tersebut.
Bahkan pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengaku tidak dapat memastikan kapan Messi akan memutuskan untuk gantung sepatu.
Scaloni memberikan tanggapan yang bijak terkait isu pensiunnya Messi.
"Dia akan terus bermain selama dia ingin bermain, karena kita semua tahu siapa dia, dan tidak mengherankan bila dia tampil di Piala Dunia keenamnya," ujar Scaloni seperti dikutip dari Diario Ole.
"Dia tetap menjadi yang terbaik karena selalu memiliki keinginan untuk lebih dan menunjukkan semangat itu setiap kali bermain," lanjutnya.
Terkait dengan jumlah laga yang akan dimainkan oleh Messi di Piala Dunia 2026, Scaloni menegaskan bahwa hal tersebut akan dibicarakan langsung dengan sang pemain.
Seperti diketahui, Piala Dunia edisi kali ini menggunakan format berbeda dibandingkan sebelumnya.
Turnamen tersebut kini diikuti oleh 48 tim, sehingga kompetisi akan berlangsung lebih panjang karena adanya babak 32 besar.
Perubahan format ini tentu akan berdampak pada kondisi fisik para pemain, terutama Messi yang kini sudah tidak muda lagi. Karena itu, kemungkinan besar ia tidak akan tampil di seluruh pertandingan selama turnamen berlangsung.
"Setiap keputusan yang kami ambil selalu kami diskusikan dengannya," ucap Scaloni.
"Tidak ada gunanya bagi saya duduk di sini dan mengatakan bahwa saya yang memutuskan. Dalam kasus seperti ini, dan saya rasa itu pantas, saya akan selalu berbicara dengannya, menanyakan keadaannya, lalu kami putuskan bersama apakah mencapai kesepakatan atau tidak," tambahnya.
"Saya pikir memang harus seperti itu, karena meskipun terkadang ia berada dalam situasi sulit di lapangan, dia sudah memberikan begitu banyak hal untuk kami," lanjut Scaloni.
"Bahkan ada kalanya lebih baik dia tetap berada di lapangan meski dalam kondisi sulit, karena dampak dan pengaruh yang selalu mampu ia hadirkan," pungkas sang pelatih.
Lionel Messi akan kembali memimpin Argentina untuk mempertahankan mahkota juara dunia, dengan tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.
Melihat komposisi grup yang relatif ringan, perjalanan Argentina diyakini akan berjalan mulus menuju babak gugur.