Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pusat Layanan Difabel (PLD) LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Festival Difabel.
Mengusung tema Here Together, Grow Forever, festival ini menjadi rangkaian acara Dies Natalis ke-19 PLD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Koordinator PLD LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Asep Jahidin mengatakan inklusi merupan ekosistem yang harus terus dirawat, dibangun, dan dijaga agar tumbuh dalam posisi terbaik.
Menurut dia, Festival Difabel menjadi salah satu ikhtiar untuk merawat semangat inklusivitas.
"Panggung Festival Difabel menjadi ruang ekspresi yang memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk tampil, berkarya, dan mengambil peran," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi menerangkan UIN Sunan Kalijaga sejak awal telah membuka ruang bagi berbagai macam perbedaan. Komitmen tersebut juga diwujudkan dalam pendirian Pusat Layanan Difabel.
Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tegaskan Tidak Ada Program Dapur MBG
Ia menilai kehadiran PLD menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya membangun keunggulan akademik, tetapi juga memastikan akses pendidikan yang berkeadilan bagi mahasiswa difabel.
Keberadaan PLD di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pun menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan inklusi perguruan tinggi.
"Setiap warga bangsa, siapapun mereka, memiliki hak, tempat, dan kedudukan yang sama di hadapan hukum dan negara. Jangan pernah patah semangat. Teruskan perjuangan kehidupan kalian. Kami mendukung sepenuhnya upaya kalian untuk menjadi sosok yang bisa memberikan sumbangaih penting bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Sejumlah alumni difabel pun dihadirkan dalam festival tersebut. Para alumni pun membagikan pengalaman dan peran PLD selama proses akademik. (*)