Kades Jangkar Asam Pasrak, Setuju atau Tidak Dana Desa Tetap Dipotong untuk Bangun KDMP
Hendra June 03, 2026 10:22 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Program nasional bentukan Presiden RI, Prabowo Subianto berupa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ternyata memicu dilema bagi sebagian kepala desa di Kabupaten Belitung Timur, Rabu (3/5/2026).

Satu di antaranya dirasakan langsung oleh Kepala Desa Jangkar Asam, Fahrizal atau Ijal. Ia secara blak-blakan menceritakan situasi pelik yang tengah dihadapi oleh pihak pemerintah desa saat ini.

Ijal menjelaskan bahwa pihak desa tidak memiliki posisi tawar untuk menolak atau menunda program besutan Kepala Negara ini.

Ijal mengatakan Dana Desa miliknya dipangkas dari nilai awal sekitar Rp 800 juta lebih, kini hanya menyisakan dana sebesar Rp300 juta lebih untuk operasional reguler desa.

"Jadi kalau dana desa ini, kita pemotongannya sekitar Rp800 juta, sisa jadi Rp300 juta sekian kemarin itu," ujar Ijal.

Lebih lanjut, Ijal mengatakan pemotongan itu merupakan ketentuan wajib untuk seluruh desa se-Indonesia.

Artinya, mau desa tersebut setuju atau tidak terhadap pembangunan KDMP pemotongan dana desa akan tetap berlaku.

"Ya namanya program pusat, sudah pasti kita ikuti. Apalagi, mau setuju atau tidak dana desa bakal tetap dipotong," kata Ijal.

Dari cerita Ijal, proyek strategis ini juga sempat memicu masalah administrasi yang cukup alot terkait pemanfaatan aset lahan di Desa Jangkar Asam.

Ijal membeberkan, pemilihan lokasi yang ditunjuk ternyata menabrak area ruang publik berupa Taman Desa Jangkar Asam yang selama ini menjadi titik kumpul warga.

"Sebenarnya saya sangat menyayangkan tempatnya di situ. Kemarin saya maunya di bagian belakang jangan diganggu taman itu, bahkan sempat nego dengan orang Koramil dan Danramil," ungkapnya.

Namun setelah dilakukan musyawarah desa (musdes), Ijal akhirnya menyetujui hasil kesepakatan masyarakat untuk sepakat melakukan pembangunan di sana.

Hal ini karena memang tempat yaang disetujui tersebut memang satu di antara tempat kumpul para warga desa.

Meski begitu, warga memberikan syarat pada pihak Pemdes mencari lahan pengganti baru untuk dihijaukan kembali sebagai fasilitas publik.

"Masyarakat bilang kalau ini untuk bantu ekonomi kenapa tidak? Cuman nanti lahan titik kumpul warga diganti di tempat lain, jadi tidak mengurangi aset desa melainkan menambah aset baru," kata Ijal.

Saat ini, proyek pembangunan gerai di Desa Jangkar Asam dilaporkan sudah berjalan sejak satu bulan yang lalu di atas lahan yang disetujui tersebut.

Ijal mengungkapkan progres pembangunan gedung gerai saat ini baru menyentuh angka sekitar 12 persen.

"Baru sekitar 12 persen lah kalau dipersentasikan, belum sampai 15 persen. Masih pengerjaan fondasi sama nge-bata, mulainya sekitar sebulan yang lalu," ucapnya.

Terakhir, Ijal berharap kehadiran gerai KDMP ini nantinya benar-benar membawa dampak bagi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Ijal juga mengingatkan agar manajemen gerai milik desa ini nantinya bisa bersaing secara sehat tanpa harus mematikan ladang rezeki toko-toko kelontong kecil milik warga sekitar yang sudah berdiri duluan.

"Harapan kita ekonomi masyarakat berjalan, bisa meningkatkan PADes tanpa menyikut toko-toko lain. Bersaingnya harus sehat, jangan sampai membuka koperasi tapi memutus mata pekerjaan orang lain," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.