TRIBUN-MEDAN.com - Betrand Peto buka suara di tengah perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah.
Betrand Peto pasang badan membela ayah angkatnya, Ruben Onsu.
Ia mengungkap perlakuan yang diterima sang ayah selama ini.
Baca juga: Ketua GAMKI Medan Boydo Panjaitan tak Terbukti Gelapkan Uang Rp 2 Miliar
Dalam unggahan di Instagram Story pribadinya, penyanyi muda berusia 19 tahun ini mengaku tak kuasa menahan sedih.
Ia menyaksikan langsung derasnya kalimat-kalimat jahat dari netizen yang berseliweran di media sosial
Betrand Peto kemudian menceritakan pengalaman pahit yang ia dan adik-adiknya saksikan langsung
Baca juga: Hakim Vonis Bebas Empat Terdakwa Korupsi Penjualan Lahan PTPN ke Ciputra Land
Ia mengaku ayahnya kerap direndahkan dengan kata-kata kasar di hadapan mereka.
"Sering sekali waktu di sana, ayah sering direndahkan dengan kata-kata itu di depanku dan adik-adik," tulis pria yang kerap disapa Onyo tersebut dikutip Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Tak hanya itu, pelantun lagu "Selalu Bahagia" itu juga menyoroti sikap orang-orang di sekitar yang justru membicarakan kejelekan Ruben, padahal mereka tidak benar-benar mengenal sang ayah.
"Mereka tak memikirkan perasaan kami, di rumah itu sering sekali mereka dan yang bekerja di sana yang tidak mengenal ayah seolah-olah paling kenal ayah membicarakan kejelekan ayah, di rumah yang ayah bangun dan kami tempati," lanjutnya.
Unggahan Betrand ini merupakan bagian dari rangkaian kisruh pascacerai yang kian memanas dalam beberapa hari terakhir.
Konflik bermula ketika Ruben, melalui kuasa hukumnya Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa dirinya merasa dipersulit untuk bertemu dengan ketiga anaknya sejak resmi bercerai pada September 2024.
Baca juga: SOSOK Wakil Menteri Silmy Karim Dicari Usai OTT Kepala Imigrasi Jakbar, Diminta KPK Serahkan Diri
Minola menjelaskan bahwa hak pertemuan tersebut sebenarnya telah diatur secara tegas dalam perjanjian bersama yang dibuat saat perceraian, yakni Ruben berhak bertemu anak dua hingga tiga hari dalam seminggu.
Namun, kenyataan di lapangan disebut tidak sesuai bahkan sejak awal perceraian berlangsung. Persoalan kemudian meluas.
Sejak akhir 2025 hingga saat ini, biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak diklaim sudah tidak lagi dipenuhi oleh Ruben Onsu, dan Sarwendah sendiri yang menanggungnya.
Ruben pun mengakui telah menghentikan nafkah untuk mantan istrinya selama enam bulan terakhir, yang disebutnya bukan karena masalah finansial, melainkan bentuk kekecewaan mendalam karena haknya sebagai ayah tidak dipenuhi.
Baca juga: Di Depan DPRD Sumut, BNI Tegas Ingin Kasus Koperasi Swadharma Cepat Selesai
Rentetan persoalan lain kemudian ikut terkuak, mulai dari biaya pendidikan yang disebut tak lagi dibayar, debt collector yang mendatangi rumah, hingga rumah tinggal yang ternyata dijadikan jaminan utang perusahaan.
Semuanya mencuat dalam sebuah konferensi pers yang digelar kuasa hukum Sarwendah di Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026).
Di tengah perseteruan kuasa hukum kedua belah pihak, Ruben juga mengunggah curahan hati di Threads yang menyinggung soal kebaikan yang dilupakan, sementara Betrand kini turut bersuara membela sang ayah.
(tribun-medan.com)