Jalan Bergelombang, Bupati Askolani Desak Truk Kelebihan Muatan Berhenti Melintas di Banyuasin
Refly Permana June 03, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Bupati Banyuasin, Askolani, memberi peringatan keras kepada perusahaan-perusahaan yang hadir dalam acara silaturahmi perusahaan perkebunan di PT SSG, Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (3/6/2026).

Peringatan keras yang dilontarkan orang nomor satu di Banyuasin ini terkait tonase angkutan barang pada perusahaan. 

Karena kerap kali sopir-sopir yang mengangkut seperti sawit dan barang lainnya selalu melebihi muatan truk atau ODOL.

"Kalau jalan rusak, yang disalahkan pasti pemerintah daerahnya. Masyarakat tidak mau tahu, karena pembangunan infrastruktur pasti dikembalikan lagi ke pemerintah daerah," kata tegas Askolani.

Baca juga: 4 Kades Pengganti Antar Waktu di Banyuasin Dilantik, Bupati Askolani Ingatkan Jangan Persulit Warga

Askolani mengungkapkan, sudah banyak laporan dari masyarakat dan ia sendiri menemukan banyak truk, terutama angkutan sawit, yang melintas di jalan Pemkab Banyuasin melebihi muatan atau tonase. 

Melebihi muatan dari batas daya angkut truk bahkan sampai 18 ton sekali angkut dapat membuat jalan kabupaten mengalami kerusakan. 

Karena jalan kabupaten hanya dibangun dengan kekuatan tonase 13 ton. 

Inilah yang banyak terjadi: jalan kabupaten rusak karena banyaknya truk angkutan yang melintas melebihi tonase.

"Contohnya saja, jalan lintas yang bergelombang dan rusak itu yang disalahkan masih bupati. Apalagi jalan kabupaten, kalau rusak yang disalahkan bupati. Sekarang banyak sekali keluhan masyarakat, tidak hanya dari angkutan sawit, tetapi truk angkutan lain juga yang melebihi tonase," ungkapnya.

Lanjut Askolani, terlebih dengan kondisi sekarang yang mengalami efisiensi, sangat sulit bagi Pemkab Banyuasin untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur. 

Dengan anggaran yang minim saat ini, pembangunan infrastruktur di Banyuasin hanya bisa dilaksanakan secara bertahap. 

Baca juga: Lepas Dr. Izro Maita Jadi Sekda Lahat, Bupati Askolani: Tetap Kerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas

Namun, masyarakat menuntut agar terus dilakukan pembangunan infrastruktur terutama jalan dan jembatan.

"Saya harapkan truk angkutan harus sesuai tonase. Setidaknya bila memang tidak bisa ikut membangun jalan, menjaga saja sudah cukup dan tidak melebihi tonase. Ini membangun tidak, truknya yang lewat melebihi tonase," tegasnya.

Karena jalan yang sudah dibangun banyak mengalami kerusakan, pembangunan untuk jalan tersebut belum bisa dilanjutkan, tetapi jalan lama sudah mengalami kerusakan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.