TNI Lakukan Uji Balistik usai Proyektil yang Kenai Mahasiswi UNP Berhasil Diangkat
Nanda Lusiana Saputri June 04, 2026 07:23 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026) menjadi perhatian publik.

Proyektil yang diduga nyasar dari tempat latihan TNI tersebut pun kini sedang dalam uji balistik.

Uji balistik merupakan serangkaian pemeriksaan ilmiah terhadap proyektil dan senjata api untuk melacak jejak, mengidentifikasi jenis senjata, dan menentukan lintasan atau dampak tembakan.

Pengujian ini sering digunakan dalam investigasi forensik kriminal dan pengujian ketahanan material.

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) menyatakan telah bergerak cepat melakukan penyelidikan sejak menerima laporan adanya korban akibat peluru nyasar.

"Kami sudah mendapat informasi bahwa ada saudara kita yang terkena peluru nyasar,"

"Kami dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan investigasi untuk mendapatkan kronologis yang lengkap dan mengetahui bagaimana peristiwa itu bisa terjadi," ujar Kapendam XX/TIB Letnan Kolonel Kav Taufiq, Rabu (3/6/2026).

Mengutip TribunPadang.com, Taufiq menuturkan tim medis telah berhasil mengangkat proyektil dari paha kiri korban pada Selasa malam.

"Alhamdulillah proses operasi pengeluaran proyektil berhasil dilaksanakan,"

"Saat ini korban yang terkena peluru nyasar sudah dalam kondisi stabil, sudah bisa diajak berbicara dan sudah berkumpul dengan keluarga,"

"Harapan kami proses pemulihannya berjalan cepat," katanya.

Baca juga: Kondisi Korban Peluru Nyasar di UNP: Mahasiswi Sosiologi Masih Dirawat, Warga Sipil Boleh Pulang

Proyektil yang kini jadi barang bukti utama ini kini dalam proses penyelidikan.

Namun, Taufiq masih belum bisa memastikan asal proyektil tersebut dari mana karena masih menunggu hasil uji balistik.

"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan,"

"Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik yang tentunya membutuhkan waktu," jelas Taufiq.

Hasil uji balistik ini nanti jadi dasar penting untuk menentukan sumber peluru yang mengenai korban.

Pasalnya, lokasi kejadian berada cukup jauh dari area latihan militer yang berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan dengan tertembaknya korban.

"Dari lokasi kejadian dengan tempat pelaksanaan latihan cukup jauh. Jadi kami masih membutuhkan waktu untuk memastikan apakah proyektil tersebut berasal dari tempat latihan yang dilaksanakan kemarin sore atau dari sumber lain,"

"Saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.

Ia pun menjamin investigasi dilakukan secara transparan.

"Kami mohon kepada semua pihak untuk bersabar. Investigasi akan kami lakukan secara menyeluruh dan transparan,"

"Apa yang kami lakukan murni untuk mencari kebenaran," katanya.

Kondisi 2 Korban

Rektor UNP, Krismadinata mengatakan, salah satu korban merupakan mahasiswi Prodi Sosiologi UNP dan korban lainnya merupakan seorang pria warga sipil yang saat itu tengah berada di lokasi.

"Memang kejadian itu terjadi kemarin sore. Ada dua orang korban dan salah satunya adalah mahasiswi UNP Program Studi Sosiologi," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Keduanya, ujar Krimadinata, langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina setelah pihak kampus mendapatkan laporan.

Krismadinata mengatakan, korban laki-laki sudah pulih.

Baca juga: Detik-detik Mahasiswa UNP Tertembak, Peluru Nyasar Diduga Berasal dari Senjata Anggota TNI

"Satu korban laki-laki sudah pulih lebih awal. Dia bukan mahasiswa UNP, kebetulan masyarakat yang berada di kampus saat itu," katanya, dikutip dari TribunPadang.com.

Sedangkan korban mahasiswi masih dalam perawatan.

"Korban mahasiswa hanya satu orang, yaitu mahasiswi Program Studi Sosiologi dan saat ini masih dalam perawatan," tambahnya.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.