TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Stok Minyakita di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dipastikan aman.
Kepastian ini disampaikan setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar hingga gudang distribusi Minyakita di Kota Satria.
Sidak ini dilakukan Polresta Banyumas bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Pertanian, serta Bulog.
Petugas juga tidak menemukan indikasi penimbunan maupun pelanggaran distribusi yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng Minyakita.
Dalam sidak itu, tim gabungan menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Pasar Wage di Purwokerto Timur, Pasar Larangan di Kecamatan Kembaran, hingga beberapa gudang distribusi yang berada di wilayah Klahang Sokaraja, Kembaran, dan Kecamatan Sumbang.
Baca juga: Bulog Jateng Pastikan Harga Minyakita Masih Sesuai HET, Tambah Pasokan ke 600 Pedagang Mitra
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah pengawasan untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai ketentuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
"Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi Minyakita berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu."
"Pengawasan ini penting menjamin ketersediaan stok di lapangan, menjaga stabilitas harga, serta mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat," kata Petrus dalam keterangan yang diterima, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tim tidak menemukan adanya pelanggaran baik di tingkat pengecer maupun distributor.
Pengecekan dilakukan terhadap tiga toko pengecer dan tiga gudang distribusi.
Hasilnya, stok Minyakita di wilayah Banyumas masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Stok Minyakita di wilayah Banyumas terpantau dalam kondisi aman, dengan jumlah yang masih mencukupi kebutuhan pasar," katanya.
Selain stok yang aman, harga Minyakita di tingkat pengecer juga masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan acuan harga di Sistem Informasi Harga Pokok Banyumas (Sigaokmas), harga Minyakita berada di angka Rp17.529 per liter.
Kondisi tersebut menunjukkan distribusi minyak goreng rakyat di Banyumas masih berjalan stabil tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan.
Seorang pedagang di Pasar Wage mengaku, hingga saat ini, pasokan Minyakita masih lancar dan mudah diperoleh.
"Barangnya masih ada, distribusi juga normal."
"Pembeli juga tidak kesulitan mencari," ujarnya.
Baca juga: Bulog Banyumas Klaim Rutin Suplai MinyaKita, Kenyataannya di Pasar Langka
Hal senada disampaikan pengelola salah satu gudang distribusi yang menyebut stok cadangan masih tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat dalam waktu dekat.
Dengan hasil pengecekan tersebut, Polresta Banyumas memastikan, peredaran Minyakita di wilayah Banyumas masih dalam kondisi terkendali.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi maupun praktik penyimpangan di lapangan.
"Monitoring akan terus kami lakukan untuk memastikan tidak ada celah penyimpangan di lapangan," tegasnya. (*)