Warisan Mematikan PD II: Ledakan Bom Buat Anak-Anak di Pengungsian Kehilangan Perlengkapan Sekolah
Marius Frisson Yewun June 04, 2026 11:15 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra mengunjungi Posko Induk Penanganan Korban Ledakan dugaan bom sisa Perang Dunia II yang berada di wilayah terdampak ledakan di Kabupaten Biak Numfor, Rabu (3/6/2026) 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warga yang masih mengungsi serta memastikan penanganan dari pemerintah daerah dan tim gabungan.

Posko induk yang dibangun pemerintah daerah bersama unsur terkait itu menampung sementara warga terdampak, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. 

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Gandeng PKK Demi Mengatasi Tantangan Sosial dan Ekonomi

Selain memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, pemerintah daerah juga memantau kondisi psikologis masyarakat pasca insiden ledakan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.

Dalam keterangannya, Bupati Markus Mansnembra mengatakan, kondisi posko sementara dinilai cukup representatif untuk ditempati warga, meskipun masih bersifat sementara selama proses sterilisasi lokasi ledakan dilakukan aparat keamanan dan tim gabungan.

“Kami melakukan kunjungan langsung ke Posko induk penanganan korban ledakan bom peninggalan perang dunia. Ketika kami melihat langsung, sementara cukup representatif untuk mereka tempati walaupun masih bersifat sementara,” ujar Markus Mansnembra.

Baca juga: Menghadapi Risiko Iklim Yang Tinggi, BPBD se-Papua Bersatu untuk Merombak Respons Bencana

Ia mengaku sempat berkomunikasi langsung dengan anak-anak korban terdampak. Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui sebagian anak belum dapat melanjutkan aktivitas sekolah karena perlengkapan dan kebutuhan pendidikan mereka ikut hancur akibat ledakan.

“Kami sempat berkomunikasi dengan anak-anak, ada yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena hampir sebagian kebutuhan untuk bisa sekolah ikut hancur dalam insiden tersebut,” ungkap bupati

Selain itu, bupati juga meminta masyarakat memahami kebijakan sterilisasi lokasi ledakan yang saat ini masih dilakukan aparat keamanan.

Menurut bupati, langkah tersebut penting agar tim gabungan dapat bekerja maksimal dalam proses pengamanan dan pencarian kemungkinan adanya material berbahaya lainnya di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Program Kampung yang Didanai YPMAK Mendorong 40 Persen Partisipasi Perempuan

"Kami meminta pemahaman masyarakat untuk sementara ditampung karena lokasi ledakan masih disterilkan aparat keamanan. Ada beberapa rumah atau tempat tinggal warga yang sudah diproteksi sehingga mereka belum bisa beraktivitas seperti biasa,” jelasnya

Pemerintah daerah, lanjut bupati, bersama para simpatisan akan terus memberikan perhatian serta bantuan kepada warga terdampak, baik selama masa penanganan maupun pasca kejadian. 

Pemerintah memastikan seluruh biaya pengobatan dan dukungan lain bagi korban ditanggung negara melalui pemerintah daerah.

Bupati Markus mengatakan setelah area dinyatakan aman dan proses sterilisasi selesai dilakukan, pemerintah daerah akan kembali mendata kerusakan rumah warga untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pembangunan kembali rumah di lokasi yang sama ataupun relokasi.

Baca juga: Piala Dunia di Depan Mata: Penjual Jersey di Mimika Banjir Berkah, Brasil dan Belanda Jadi Idola

“Kita pastikan seluruh pengobatan dan dukungan lain ditanggung oleh negara melalui pemda. Kami berharap masyarakat terdampak tetap dalam kondisi baik dan kejadian ini menjadi pelajaran agar ke depan masyarakat lebih bijak dalam mencari peluang untuk menafkahi keluarga,” tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.