Nilai Tukar Dolar Naik dan Galungan, Disperindag Denpasar Lakukan Monitoring Harga Bahan Pokok
Putu Dewi Adi Damayanthi June 04, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok (bapok).

Apalagi menjelang hari raya besar keagamaan yakni Galungan dan Kuningan.

Terkait hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar rutin menggelar monitoring harga di pasar dan akan menggelar pasar murah.

Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menyebut, sampai saat ini harga kebutuhan pokok di Denpasar masih stabil.

Baca juga: Sasar 82 Ribu Lebih Penerima, Bantuan Hari Raya Galungan Untuk Warga Badung Akan Segera Cair

"Hasil pemantauan tim kami, harga masih stabil. Tim kami setiap hari melakukan monitoring ke pasar-pasar untuk memantau harga bapok," katanya, Kamis 4 Juni 2026.

Hasil monitoring ini kemudian dilaporkan ke Kementerian Perdagangan melalui sistem SP2KP.

Di Denpasar, ada tiga pasar tradisional yang menjadi pasar pantauan harga yakni Pasar Badung, Pasar Kreneng, Pasar Nyanglan.

"Tiga pasar itu yang memang sudah ditetapkan oleh pusat," katanya.

Selain itu, setiap Senin dan Kamis pihaknya juga membuat rilis harga melalui media sosial Pemkot Denpasar, website, dan juga Radio RPKD.

Sementara itu, untuk antisipasi kenaikan harga saat Galungan dan Kuningan, serta memudahkan masyarakat untuk memperoleh bapok, khususnya bahan-bahan untuk upakara, pihaknya berkoordinasi dengan desa/kelurahan untuk memfasilitasi pelaksanaan pasar murah.

"Termasuk gas di dalamnya, LPG 3 kilo yang bersubsidi," imbuhnya.

Terkait pelaksanaan pasar murah tersebut, saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan desa/lurah.

"Karena sekarang kan ada efisiensi, sehingga kami tidak bisa melaksanakan pasar murah. Jadi, kami mohon dukungan kepada desa lurah untuk memfasilitasi pelaksanaan pasar murah," paparnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.