IFAB Terapkan Aturan Baru Dorong Sepak Bola Lebih Modern, Tim yang Lambat Bisa Tertinggal
Aurora Nightingale June 04, 2026 12:55 PM

Untuk Piala Dunia 2026, musim kompetisi 2026/2027, dan seterusnya, Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akan memperkenalkan sejumlah pembaruan dalam peraturan permainan.

“IFAB telah menyetujui serangkaian perubahan penting pada Laws of the Game, dan Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen besar pertama yang menggunakannya,” ungkap Kepala Petugas Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, dikutip dari Aljazeera.

“Amandemen ini bertujuan untuk menanggulangi diskriminasi, mengurangi pemborosan waktu, mempercepat tempo permainan, serta meningkatkan pengalaman bagi pemain dan penonton,” lanjutnya.

1. Pemain Dilarang Menutup Mulut dalam Situasi Konfrontasi

Aturan baru ini memberikan sanksi tegas bagi pemain yang menutupi mulut dengan tangan, lengan, atau pakaian dalam situasi konfrontatif. Pelanggaran akan berujung pada kartu merah langsung.

Sementara itu, pemain yang menutupi mulutnya saat berbincang santai dengan rekan atau lawan tidak akan dikenai hukuman. Kebijakan ini muncul setelah insiden diskriminatif yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vinicius Jr dalam pertandingan Liga Champions.

2. Keluar Lapangan Sebagai Bentuk Protes

Pemain yang meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit akan menerima kartu merah. Aturan ini juga berlaku bagi ofisial tim yang mendorong pemain untuk melakukan hal tersebut. Tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan akan dinyatakan kalah.

Perubahan ini diberlakukan setelah insiden pada final Piala Afrika antara Senegal dan Maroko, di mana para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap penalti yang diberikan wasit.

3. Hitungan Mundur untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

Wasit kini akan memulai hitungan mundur lima detik dengan mengangkat tangan. Jika bola tidak dimainkan setelah waktu habis saat lemparan ke dalam, maka giliran akan diberikan kepada lawan. Hal serupa berlaku untuk tendangan gawang; jika tidak dilakukan dalam waktu tersebut, lawan akan mendapat tendangan sudut.

4. Batas Waktu Pergantian Pemain

Pemain yang diganti memiliki waktu sepuluh detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian ditampilkan, dan harus keluar melalui titik terdekat di garis lapangan. Jika tidak, pemain pengganti hanya boleh masuk setelah satu menit berlalu sejak permainan dilanjutkan dan dengan izin wasit. Pengecualian berlaku untuk cedera atau alasan keamanan.

5. Perawatan di Luar Lapangan

Pemain yang menerima perawatan medis di lapangan harus keluar selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan. Pengecualian diberikan untuk penjaga gawang yang cedera, benturan antarpemain yang memerlukan pertolongan pertama, cedera serius, atau pemain yang akan mengambil penalti.

6. Pembaruan Protokol VAR

VAR kini dapat digunakan untuk meninjau kartu merah yang dikeluarkan setelah kartu kuning kedua jika terjadi kesalahan jelas, atau dalam kasus salah identitas. VAR juga bisa mengoreksi keputusan tendangan sudut yang keliru bila dapat dilakukan segera tanpa menunda permainan, serta mengintervensi pelanggaran sebelum bola kembali dimainkan, seperti jika penyerang melanggar bek sebelum tendangan bebas dilakukan.

7. Istirahat Minum

Setiap babak akan memiliki jeda minum di sekitar menit ke-22. Wasit diberi fleksibilitas menentukan waktu istirahat, misalnya jika ada pemain cedera pada menit ke-20, wasit dapat langsung memberi sinyal untuk waktu minum.

8. Penanganan Cedera Penjaga Gawang

Jika penjaga gawang mendapat perawatan di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperkenankan meninggalkan area permainan, tetapi dapat beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing.

Jepang Sudah Terapkan dan Ambil Keuntungan

Tim nasional Jepang menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026 yang telah mencoba aturan baru ini dan berhasil memanfaatkannya dalam laga uji coba. Pada akhir Mei lalu melawan Islandia, Jepang mencetak gol ketika lawan hanya bermain dengan sepuluh pemain akibat penerapan aturan pergantian.

Pemain sayap Islandia, Isak Thorvaldsson, belum diizinkan masuk karena harus menunggu satu menit sesuai ketentuan baru. Dalam jeda itu, Jepang mampu mencetak gol melalui sundulan Koki Ogawa pada menit ke-87, yang membawa kemenangan 1-0 bagi Jepang.

“Saya rasa para pemain beradaptasi dengan baik terhadap aturan baru hari ini,” ujar pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, dikutip dari BBC. “Dengan regulasi baru, pemain tidak bisa kembali ke lapangan secepat dulu. Ini harus kami perhatikan agar tidak memberi celah bagi lawan, baik saat pergantian maupun di momen lain.”

Pandangan Lokal atas Reformasi IFAB

Pengamat sepak bola asal Semarang, Gigih Windar, menilai perubahan aturan ini mengingatkannya pada momen tahun 1992 ketika diberlakukan larangan back pass ke penjaga gawang, yang pertama kali diterapkan di Olimpiade 1992 menurut ESPN.

“Setelah 1992, ketika umpan balik ke kiper dilarang, sepak bola jadi lebih cepat. Perubahan ini juga punya tujuan yang sama, agar ritme permainan terus berjalan,” ujar Gigih kepada Tribunnews, Kamis (4/6).

Ia menilai, perubahan ini akan menantang bagi tim-tim peserta Piala Dunia. Negara dengan liga domestik yang kuat dinilai akan lebih mudah beradaptasi, sementara tim yang masih berkembang bisa kesulitan.

“Bagi negara yang liganya sudah mapan, ini tidak masalah besar. Tapi bagi tim debutan atau negara yang belum stabil, adaptasi terhadap aturan baru bisa jadi tantangan,” jelasnya.

Menurut Gigih, Jepang bisa dianggap unggulan karena cepat beradaptasi dengan regulasi baru yang bisa memberi keuntungan kompetitif. Ia mencontohkan gol Koki Ogawa pada menit ke-87 yang terjadi akibat penerapan jeda satu menit pergantian pemain lawan.

“Jepang adaptif terhadap perubahan ini. Mereka bermain cepat dengan keunggulan pada kecepatan jarak pendek,” ujarnya.

Gigih juga menilai aturan baru bisa merugikan tim dengan pemain yang kurang aktif berlari atau jarang menekan lawan, seperti Cristiano Ronaldo yang kecepatannya tak lagi setara dengan Bernardo Silva atau Bruno Fernandes.

“Tim yang bergantung pada pemain yang tidak punya kecepatan akan dirugikan. Permainan sekarang akan lebih cepat dan progresif, tidak ada lagi pemain yang membuang waktu dengan sengaja atau memperlambat permainan,” tambahnya.

“Bahkan lemparan ke dalam kini bisa jadi senjata menyerang, bukan sekadar bertahan. Dengan aturan baru ini, setiap tim pasti akan menyesuaikan strategi meski mungkin tidak secara drastis,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.