Turun Kasta Bersama Persis Solo, Arkhan Kaka Kini Menjadi Andalan Garuda Muda di Timnas Indonesia U-19
Aurora Nightingale June 04, 2026 12:53 PM

Nama Arkhan Kaka sempat disebut-sebut sebagai salah satu calon penyerang masa depan sepak bola Indonesia. Namun, perjalanan karier pemain muda milik Persis Solo itu tidak selalu berjalan mulus.

Setelah melalui musim yang sulit bersama Persis Solo hingga harus menerima kenyataan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola nasional, Kaka kini memiliki peluang besar untuk bangkit bersama Timnas Indonesia U-19 di ajang ASEAN U-19 Championship 2026.

Gol yang dicetaknya saat Garuda Muda menundukkan Myanmar menjadi sinyal bahwa penyerang berusia 18 tahun tersebut belum habis dan masih menyimpan potensi besar untuk berkembang.

Wonderkid yang Bersinar Sejak Dini

Arkhan Kaka pertama kali menarik perhatian publik sepak bola nasional ketika menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia U-16 yang menjuarai Piala AFF U-16 2022. Sejak saat itu, namanya dikenal luas sebagai salah satu talenta terbaik dari generasi 2007.

Dengan postur tubuh yang tinggi serta kemampuan bermain sebagai target man, Kaka tampil menonjol dibandingkan dengan pemain seusianya. Performa impresifnya semakin mencuri perhatian saat tampil di Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Indonesia, di mana ia berhasil mencetak dua gol dari tiga pertandingan.

Penampilannya di turnamen tersebut membuat banyak pihak menilai bahwa Indonesia telah menemukan calon penyerang masa depan yang menjanjikan.

Karier Klub yang Belum Memuaskan

Meskipun bersinar di level tim nasional usia muda, perjalanan Kaka di level klub belum sesuai harapan. Putra dari mantan pemain nasional Purwanto Suwondo itu mencatat debut profesional bersama Persis Solo di Liga 1 musim 2022/2023 saat usianya baru 15 tahun. Debut tersebut menjadi pencapaian luar biasa karena jarang ada pemain seusianya yang mendapat kesempatan tampil di kompetisi tertinggi Indonesia.

Namun, setelah empat musim membela Laskar Sambernyawa, perkembangan Kaka belum menunjukkan peningkatan signifikan. Dari total 52 penampilan bersama Persis Solo, penyerang kelahiran 2 September 2007 itu baru mengoleksi dua gol dan tiga assist. Minimnya kontribusi di depan gawang membuat ekspektasi besar terhadap dirinya perlahan berubah menjadi tekanan.

Musim 2025/2026 menjadi periode paling berat dalam karier Kaka sejauh ini. Persis Solo gagal keluar dari zona degradasi dan harus turun ke Liga 2. Situasi itu turut memengaruhi kepercayaan diri Kaka, yang sepanjang musim lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti di bawah arahan pelatih Milomir Seslija.

Masih Jadi Pilihan Utama Nova Arianto

Meski performanya di klub belum maksimal, Arkhan Kaka tetap mendapatkan kepercayaan dari pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. Salah satu alasannya adalah karena minimnya pemain seusia Kaka yang mendapatkan menit bermain reguler di kompetisi profesional.

Pengalaman tampil di Liga 1 menjadi modal berharga yang tidak banyak dimiliki pemain lain di kelompok usia yang sama. Oleh sebab itu, Nova Arianto tetap mempercayakan posisi ujung tombak Garuda Muda kepada Kaka dalam ajang ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatra Utara.

Kepercayaan tersebut langsung dibayar lunas oleh Kaka pada laga pembuka Grup A melawan Myanmar, Senin (1/6/2026).

Gol Penentu Kebangkitan

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatra Utara itu, Timnas Indonesia U-19 sebenarnya belum tampil meyakinkan. Lini depan Garuda Muda beberapa kali kesulitan menembus pertahanan Myanmar yang bermain disiplin. Namun di tengah minimnya peluang, Kaka menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang berkelas.

Ia berhasil memenangkan duel udara memanfaatkan umpan lambung, sebelum dengan tenang menuntaskannya lewat tendangan lob untuk membawa Indonesia unggul 1-0. Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus membuka jalan bagi kemenangan Garuda Muda.

Pada babak kedua, Dimas Adi menambah dua gol tambahan, sehingga Indonesia menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Bagi Kaka, gol tersebut memiliki arti lebih dari sekadar membuka skor — itu bisa menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan dirinya setelah menjalani musim sulit bersama Persis Solo.

Banyak Hal yang Perlu Dibenahi

Meski berhasil meraih kemenangan, pelatih Nova Arianto mengakui bahwa performa anak asuhnya masih jauh dari ideal. Ia menilai para pemain masih terlihat gugup dan kurang percaya diri di laga pembuka turnamen.

"Saya jujur, kalau melihat isi pertandingan hari ini, masih jauh dari apa yang saya harapkan," ujar Nova Arianto. "Ada sedikit gugup, sedikit tidak percaya diri, dalam bergerak juga tidak percaya diri. Saya harap pemain bisa banyak belajar dari laga hari ini," tambahnya.

Pernyataan Nova tersebut menunjukkan bahwa Timnas Indonesia U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa pada laga-laga berikutnya. Ajang ASEAN U-19 Championship 2026 bisa menjadi panggung penting bagi Arkhan Kaka untuk membangkitkan kembali reputasinya sebagai salah satu striker muda terbaik Indonesia.

Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan kariernya masih panjang. Namun, turnamen ini dapat menjadi momentum penting yang menentukan arah perkembangannya dalam beberapa tahun ke depan. Jika mampu tampil konsisten dan produktif sepanjang turnamen, Kaka berpeluang besar mengembalikan kepercayaan publik sekaligus memperkuat statusnya sebagai calon penyerang masa depan Timnas Indonesia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.