Nasib Dadan Hindayana Cs: Dicopot dari BGN, Tersangka, dan Ditahan Kejagung hingga Prabowo Sedih
Theresia Felisiani June 04, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siapa sangka hanya dalam hitungan hari, kehidupan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berubah drastis.

Perubahan ini hanya dalam waktu tiga hari, usai Dadan Hindayana pulang dari ibadah haji pada Senin, 1 Juni 2026.

Selasa, 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopotnya dari jabatan Kepala BGN.

Selasa siang, Dadan Hindayana masih sempat menemani Prabowo dalam meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rabu, 3 Juni 2026, Dadan Hindayana resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi dalam program MBG.

Baca juga: KPK Operasi Senyap di Kantor Imigrasi Jakbar Vs Kejagung Obrak Abrik Kantor BGN

Kejagung juga melakukan penggeledahan di rumah dan kantor Dadan disertai dengan penyitaan barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik berupa Laptop dan HP.

Terpisah Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih atas keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta 2 Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. 

Bagi Prabowo, ketiganya adalah pejabat kepercayaan yang kini tengah terseret masalah hukum.

Langkah mencopot Dadan Hindayana Cs diakui Prabowo sebagai keputusan yang sangat berat.

Namun, hal itu terpaksa diambil demi menjaga integritas jalannya pemerintahan, terutama pada program-program krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Tapi saya juga sebetulnya hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi," ujar Prabowo saat memberikan pidato terkait program pemenuhan gizi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

 

Pulang dari Ibadah Haji

Dadan Hindayana tiba di Indonesia pada gelombang pertama kepulangan jemaah haji, Senin malam (1/6/2026).

Dadan menunaikan ibadah haji bersama istri melalui jalur reguler setelah menunggu sekitar 12 tahun, sejak pendaftaran pada 2014. Ia berangkat pada 20 Mei 2026.

“Kita berdua sudah daftar sejak 5 Mei 2014, jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya kita dipanggil persis di tahun ini,” kata Dadan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam.

Baca juga: Pujian Prabowo untuk Dadan Hindayana Dulu, Eks Kepala BGN Pernah Kembalikan Dana MBG Rp70 Triliun

Ia menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah sebelum kembali ke Indonesia pada akhir Mei 2026 karena agenda kenegaraan.

Bahkan Dadan sempat mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah dan mengusulkan penerapan program MBG di luar negeri bagi anak pekerja migran Indonesia. 

“Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri),” ujarnya.

 

Pagi Dampingi Prabowo, Malam Jabatannya Dicopot

Sampai di Tanah Air, Dadan langsung menjalankan agenda kerja.

Pada Selasa (2/6/2026) pagi, Dadan mendampingi Prabowo meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, serta pelaksanaan MBG di SMPN 111 Jakarta.

Saat di SPPG Palmerah, Dadan bahkan ikut menyambut kehadiran Prabowo.

Lalu pada Selasa malam, Dadan dicopot dari Kepala BGN melalui pengumuman Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, di Istana Negara, Jakarta.

"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Prabowo memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, serta Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya dari posisi Wakil Kepala BGN.

Prabowo kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Eddy Trenggono.

 

Ditangkap Kejagung

Setelah pencopotan Dadan dan dua Wakil Ketua BGN, Kejaksaan Agung RI (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan di Kantor BGN, Rabu dini hari.

Berselang beberapa jam, Dadan dikabarkan ditangkap oleh Kejagung.

Selain Dadan, petinggi BGN lainnya yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga turut ditangkap.

“Pengejaran di daerah Jawa Barat. (hingga) Jam 10.00 WIB semua sudah (dijemput)," kata seorang sumber kepada Tribunnews.com.

Penuturan sumber juga menyebut, pada pukul 04.00 WIB, ketiganya dikabarkan telah ditangkap oleh penyidik

“Saat salat subuh dia salat di Kejagung,” jelasnya.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik jual beli titik SPPG yang bermula ketika ditemukannya pelanggaran dalam pengadaan proyek dapur MBG.

Selain itu, sumber juga menyatakan, bahwa praktik jual beli titik SPPG ini disinyalir turut melibatkan beberapa oknum besar.

"Itu awalnya temuan-temuan pengadaan, pintu masuknya itu. Setelah itu baru masuk jual beli titik (SPPG) yang dilakukan oleh oknum-oknum penggede," ucap sumber tersebut kepada Tribunnews, Rabu.

 

Resmi Kenakan Rompi Tahanan Kejagung

Dadan Hindayana keluar dari gedung Kejagung mengenakan rompi pink yang merupakan rompi tahanan Kejagung pada Rabu sore, sekira pukul 17.12 WIB.

Ia digiring keluar oleh petugas dengan kondisi tangan diborgol,

Beberapa saat kemudian, eks Wakil BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga mengenakan rompi tahanan dan tangan diborgol setelah menjalani pemeriksaan oleh Kejagung.

EKS KEPALA BGN - Eks petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, digiring keluar Kejagung mengenakan rompi tahanan pada Rabu (3/6/2026).
EKS KEPALA BGN - Eks petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, digiring keluar Kejagung mengenakan rompi tahanan pada Rabu (3/6/2026). (Tribunnews.com/Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

 

Prabowo Sedih, Pilih Irit Bicara

Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih atas keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta 2 Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. 

Bagi Prabowo, ketiganya adalah pejabat kepercayaan yang kini tengah terseret masalah hukum.

Langkah mencopot Dadan Hindayana Cs diakui Prabowo sebagai keputusan yang sangat berat.

Namun, hal itu terpaksa diambil demi menjaga integritas jalannya pemerintahan, terutama pada program-program krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Tapi saya juga sebetulnya hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi," ujar Prabowo saat memberikan pidato terkait program pemenuhan gizi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Daftar Kejahatan Dadan Hindayana dalam Korupsi MBG: Intervensi PPK, Pengadaan Ribuan Motor Listrik

Menurut Prabowo para pejabat yang diganti tersebut merupakan figur-figur yang sebelumnya sangat ia andalkan dalam menjalankan program strategis.

"Orang yang saya percaya. Orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat. Saya tidak mau banyak komentar karena uh mereka-mereka ini menghadapi masalah uh penyelidikan hukum," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menolak untuk membeberkan secara spesifik rincian kasus tersebut.

Ia menegaskan keengganannya untuk berbicara lebih jauh demi menghormati proses hukum yang sedang berjalan di lembaga berwenang.

"Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi. Tapi yang jelas mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya," kata Prabowo.

Sebelum mengambil keputusan pencopotan, Presiden telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Koordinasi ini merespons temuan terkait pengelolaan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan," ungkapnya.

Menghadapi dilema hukum dan kepemimpinan ini, Prabowo mengaku kembali mengingat pesan moral dari almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo.

Pesan tersebut menjadi landasannya untuk bertindak tegas memprioritaskan masyarakat.

"Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat berpihaklah selalu kepada rakyatmu," ucapnya.

(tribun network/thf/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.