TRIBUNPAPUABARAT.COM - Simak ini jadwal kapal pelni Makassar ke Ambon terbaru bulan Juni 2026, lengkap dengan harganya.
Tiket kapal PELNI menuju Ambon kini jadi rebutan, beberapa jadwal sudah ludes terjual.
KM Labobar dan KM Nggapulu tak lagi tersedia, kursi mereka sudah penuh.
Harga tiket tetap ramah di kantong, Rp 521.500 untuk semua kelas.
Jangan sampai ketinggalan, segera amankan kursi sebelum pilihan terakhir ikut habis.
Di bawah ini merupakan jadwal kapal pelni Makassar ke Ambon dikutip dari situs pelni.co.id, diupdate sejak Kamis (4/6/2026).
KM.NGGAPULU
KELAS EKONOMI / E
Waktu berangkat: Jumat, 05 Juni 2026 jam 12:00
Waktu tiba: Minggu, 07 Juni 2026 jam 13:00
Lama perjalanan: 02 hari 01 jam 00 menit
Harga: Rp. 521.500
KM.LABOBAR
EKONOMI EKS KABIN KLS 1 / A
Waktu berangkat: Minggu, 14 Juni 2026 jam 03:00
Waktu tiba: Senin, 15 Juni 2026 jam 22:00
Lama perjalanan: 01 hari 19 jam 00 menit
Harga: Rp. 521.500
KM.LABOBAR
EKONOMI EKS KABIN KLS 2 / B
Waktu berangkat: Minggu, 14 Juni 2026 jam 03:00
Waktu tiba: Senin, 15 Juni 2026 jam 22:00
Lama perjalanan: 01 hari 19 jam 00 menit
Harga: Rp. 521.500
Baca juga: Jadwal Kapal KM Dobonsolo Juni 2026, Lengkap Tanjung Priok–Sorong–Biak–Kembali ke Jakarta
KM.LABOBAR
KELAS EKONOMI / E
Waktu berangkat: Minggu, 14 Juni 2026 jam 03:00
Waktu tiba: Senin, 15 Juni 2026 jam 22:00
Lama perjalanan: 01 hari 19 jam 00 menit
Harga: Rp. 521.500
Jadwal kapal Pelni dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan perusahaan.
Calon penumpang disarankan membeli tiket minimal dua minggu sebelum keberangkatan agar tidak kehabisan.
Tiket resmi dapat dibeli melalui aplikasi Pelni Mobile, WhatsApp resmi, call center, maupun agen terpercaya.
Hindari pembelian melalui calo untuk mencegah penipuan.
Pesan tiket lebih awal, terutama saat musim liburan atau akhir pekan.
Gunakan kanal resmi agar proses pemesanan aman dan nyaman.
Sesuaikan pilihan kelas dengan kebutuhan dan anggaran perjalanan.
Jangan lupa membawa identitas diri saat check-in di pelabuhan.
Selalu cek update jadwal terbaru sebelum hari keberangkatan.
(TribunPapuaBarat.com/RDZ)