Angin Kencang Rusak 58 Huntara Korban Banjir di Aceh Utara, Warga Kembali Kehilangan Tempat Tinggal
Muliadi Gani June 04, 2026 01:51 PM

 

PROHABA.CO, ACEH UTARA -  Angin kencang yang disertai hujan deras melanda Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (2/6/2026) sore menyebabkan puluhan unit hunian sementara (huntara) yang ditempati penyintas banjir yang berada di Kecamatan Langkahan rusak parah.

Selain merusak Huntara, bencana tersebut juga menyebabkan satu unit musala mengalami kerusakan cukup parah.

Peristiwa ini menambah penderitaan warga yang sebelumnya menjadi korban banjir besar pada November 2025 lalu.

Setelah berbulan-bulan tinggal di hunian sementara sambil menunggu kepastian pembangunan rumah permanen, mereka kini kembali kehilangan tempat tinggal akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, dikutip Serambinews.com, Rabu (3/6/2026) mengatakan angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam waktu cukup lama. 

Kondisi cuaca buruk itu menyebabkan puluhan bangunan Huntara mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

“Dari 58 unit bangunan Huntara yang terdampak, kerusakan tersebar di empat lokasi.

Kerusakan paling parah terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk,” kata Reza Ichwan, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Lantai Huntara Danantara Aceh Tamiang Amblas Sepanjang 12 Meter, Penghuni Terancam Bahaya

Di Gampong Rumoh Rayeuk, terdapat 36 unit Huntara yang dibangun dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari jumlah tersebut, 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.

Sementara itu, di Desa Langkahan, lima unit Huntara bantuan BNPB dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Sedangkan di Desa Buket Linteung, tepatnya di Dusun Leubok Meuku, sebanyak tujuh unit Huntara dan satu unit musala bantuan Kementerian Pekerjaan Umum mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin.

Kerusakan juga terjadi di Desa Geudumbak.

Dari 10 unit Huntara yang dibangun melalui program Insitu, empat unit mengalami rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit lainnya mengalami rusak ringan.

Menurut Reza, pemerintah kecamatan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebagai langkah darurat, pemerintah akan menyiapkan tenda sementara bagi warga yang Huntaranya mengalami kerusakan berat.

“Untuk warga yang Huntaranya rusak berat, sementara akan disiapkan tenda darurat di lokasi agar mereka tetap memiliki tempat berteduh,” ujarnya.

Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga menyebabkan tiga anak mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan yang rusak saat angin kencang menerjang kawasan Huntara.

Baca juga: Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PAN-RB

Geuchik Gampong Rumoh Rayeuk, Akthaillah, mengatakan sebagian warga yang tempat tinggal sementaranya rusak berat maupun rusak sedang saat ini terpaksa menumpang di Huntara milik keluarga atau kerabat terdekat.

Ia mengaku warga sangat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap Huntara yang rusak agar para penyintas banjir dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

Di samping itu, warga juga meminta kejelasan terkait bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang hingga kini belum mereka terima sejak bencana banjir besar melanda wilayah tersebut tahun lalu.

“Kami sangat berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki tempat tinggal kami yang rusak akibat angin kencang.

Selain itu, kami juga meminta kejelasan mengenai bantuan Jaminan Hidup yang hingga kini belum pernah kami terima sejak banjir tahun lalu,” kata Akthaillah.

Warga berharap penanganan dapat dilakukan secepat mungkin mengingat sebagian besar penghuni Huntara merupakan keluarga korban banjir yang hingga saat ini belum memiliki rumah permanen.

Kondisi tersebut membuat mereka kembali berada dalam situasi rentan, terutama anak-anak, perempuan, dan lanjut usia yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana sebelumnya.

(Serambinews.com/Jafaruddin)

Baca juga: 20 Maret, Semua Pengungsi Harus Masuk Huntara, Penegasan Kasatgaswil PRR di Aceh Utara

Baca juga: Korban Banjir Aceh Utara Bertambah, Total 229 Jiwa Meninggal Dunia

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur KKA–Bener Meriah, Pemuda Aceh Utara Tewas Tabrakan dengan Truk

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.