Sempat Viral, Dugaan Pemerasan Sopir Taksi di Canggu Bali, Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Putu Dewi Adi Damayanthi June 04, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Kasus dugaan tindakan pemerasan yang dilakukan oleh seorang sopir taksi terhadap penumpangnya di kawasan Canggu, Kuta Utara, Bali, sempat viral di media sosial. 

Hanya saja setelah video tersebut ramai, akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai.

Kasus yang diselesaikan secara kekeluargaan itu pun melalui proses mediasi yang difasilitasi Polsek Kuta Utara pada Selasa 2 Juni 2026 malam di kawasan Selia Brawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

Ps Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan, kasus yang sempat ramai di media sosial ditangani Polsek Kuta Utara. 

Baca juga: WNA Rusia Jadi Korban Penculikan dan Pemerasan Dua OTK di Bali, Dipaksa Mentransfer Ribuan Dolar AS

Disebutkan dalam mediasi tersebut, sopir taksi berinisial INBU (36) mengakui telah terjadi kesalahpahaman yang memicu kegaduhan hingga videonya viral.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang berinisial MD alias GV (40) serta kepada masyarakat Bali atas polemik yang timbul.

"Saya memohon maaf atas kejadian yang terjadi dan berjanji akan menjadi pengemudi yang lebih baik ke depannya demi menjaga citra pariwisata Bali," ungkapnya dalam proses klarifikasi.

Sementara itu, MD alias GV menerima permintaan maaf tersebut dan menyatakan tidak akan melanjutkan persoalan yang terjadi. 

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara damai tanpa menempuh jalur hukum.

Sebagai bentuk pelurusan informasi, kedua pihak juga membuat video klarifikasi bersama yang didampingi oleh jajaran Polsek Kuta Utara dan pihak keamanan setempat. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada publik sekaligus menghindari berkembangnya informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

Lebih lanjut dijelaskan peristiwa yang sempat viral tersebut berawal dari kesalahpahaman akibat perbedaan persepsi antara kedua belah pihak. 

Setelah dilakukan klarifikasi dan mediasi, seluruh persoalan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami berharap penyelesaian ini dapat meredam polemik yang berkembang di masyarakat serta menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan. Apalagi yang berpotensi memengaruhi citra pariwisata Bali," imbuhnya sembari mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Bali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.